Suara.com - Seorang siswi SMP di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yang hilang saat mandi bersama teman-temannya di bendungan Air Manjuto ditemukan meninggal dunia.
"Tia Mutaqkip, siswi SMP tersebut menghilang selama 17 jam. Dan ditemukan. Tetapi sudah meninggal dunia," kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko AKBP Andhika Vishnu, melalui Kapolsek V Koto Iptu Sampson Sosa Hutapea, di Mukomuko, Senin.
Ia menyebutkan, siswi tersebut menghilang di bendungan Air Manjuto yang berjarak sejauh 280 kilometer dari Kota Bengkulu pada Sabtu (18/7/2015) sekitar pukul 16.00 WIB. Jasad korban baru ditemukan pada Minggu (19/7/2015) pukul 9.23 WIB.
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi rekan korban, mereka ke bendungan Air Manjuto untuk berwisata. Mereka mandi di bendungan tersebut. Korban saat itu melompat dari setang pengendali pintu air yang memiliki ketinggian 15 meter dari permukaan sungai.
Setelah Tia Mutakqip melompat ke dasar sungai, tubuhnya tidak muncul lagi ke permukaan.
"Teman-temannya yang melihat kejadian ini lantas kemudian memberikan pertolongan," ujarnya.
Setelah itu, katanya, teman korban memberitahukan kejadian tersebut kepada warga yang lain yang tengah berwisata.
Dalam sekejap, katanya, ratusan warga sudah mengerumuni lokasi kejadian tersebut. Polisi saat itu turun dan menghubungi pihak-pihak terkait.
tim langsung melakukan pencarian dari pagi hingga malam hari. Namun tubuh korban tidak ditemukan.
Hingga akhirnya pencarian dihentikan dan dilanjutkan ke esokan harinya. Barulah Minggu pagi tubuh korban mengapung dan ditemukan warga.
Ia menyatakan, lemahnya pengawasan oleh petugas bendungan dalam hal ini Dinas PU Provinsi Bengkulu. Sebab tidak ada tanda-tanda atau rambu-rambu bahaya yang dipasang pengawas bendungan.
Padahal diketahui jika bendungan Air Manjuto merupakan distinasi wisata bagi warga Mukomuko. Setiap lebaran dan sehari sebelum puasa bendungan ini ramah dikunjungi warga.
"Kita berharap pengelola bendungan bisa memasang tanda lokasi-lokasi bahaya dan larangan mandi. Apalagi hampir setiap tahun kejadian seperti ini," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun