- Kementerian HAM memperkenalkan Kampung Redam dan Desa Sadar HAM pada Lombok Barat untuk realisasi HAM 2026.
- Desa Sadar HAM menargetkan penguatan nilai HAM menjangkau dua ribu desa di Indonesia tahun 2026.
- Program ini dikaitkan dengan percepatan pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia.
Suara.com - Kementerian Hak Asasi Manusia mengenalkan dua program unggulan tahun 2026, yakni Kampung Redam (Rekonsiliasi dan Perdamaian) dan Desa Sadar HAM saat menemui Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zainuddin di kantornya, Lombok Barat.
Dua program tersebut akan diarahkan ke tingkat kampung, desa, dan kelurahan dengan tujuan memastikan aspek-aspek hak asasi manusia dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Desa Sadar HAM kami hadirkan untuk memastikan penguatan nilai-nilai HAM itu langsung menjangkau masyarakat di desa-desa. Selain itu juga untuk memastikan aspek-aspek penghormatan, pelindungan, penegakan hingga pemenuhan HAM di masyarakat tingkat desa menjadi lebih terjamin,” ujar Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta, Rabu (4/3/2026).
Thomas menjelaskan, pada 2026 program Desa Sadar HAM direncanakan menjangkau sedikitnya 2.000 desa di seluruh Indonesia. Implementasi Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian juga ditargetkan berjalan pada tahun yang sama.
Menurut Thomas, kedua program tersebut juga dikaitkan dengan pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang memiliki 17 indikator, yang disebutnya berkaitan dengan hak asasi manusia, baik hak ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob) maupun hak sipil dan politik.
“Pak Menteri HAM tegaskan bahwa hadirnya program-program ini juga untuk mempercepat target capaian SDGs ya, di situ ada target menghapus kemiskinan, tidak ada kelaparan, sanitasi, air bersih termasuk kesetaraan gender, termasuk terciptanya keadilan dan perdamaian dan lain-lainnya,” kata Thomas.
Pada kesempatan yang sama, Lalu Ahmad Zainuddin menyatakan pemerintah daerah menyambut program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaannya di Lombok Barat.
“Kami sambut baik dan siap dukung karena ini program yang sangat baik. Bicara konflik saja di wilayah kami ini banyak sekali dan tentu kita butuh peran Kementerian HAM sama-sama kita selesaikan ya melalui Kampung Redam. Termasuk Desa Sadar HAM karena isu-isu HAM ini banyak sekali dan kita butuh kerja bersama mengatasinya,” ujarnya.
Ia mencontohkan konflik yang terjadi di Desa Mareje, yang menurutnya berkaitan dengan umat Muslim dan Buddha. Selain itu, ia juga menyinggung isu tambang ilegal yang dikelola masyarakat secara sporadis serta permasalahan tanah.
Baca Juga: Pernah Bersama di Wolves, Nuno Espirito Santo Tak Sabar Hadapi Raul Jimenez
“Ke depan tentu kolaborasi kami dengan Kementerian HAM akan diperkuat melalui hadirnya program-program ini,” kata Zainuddin.
Berita Terkait
-
Pernah Bersama di Wolves, Nuno Espirito Santo Tak Sabar Hadapi Raul Jimenez
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
-
Hugo Ekitike: Sejujurnya, Saya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol
-
Rocky Gerung Minta Debat Pigai-Zainal Dihentikan: HAM Bukan Ajang Talkshow
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
4 Shio Beruntung 9 September 2026, Ada yang Mulai Lepas dari Beban
-
Erupsi Anak Krakatau Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi dan Kesiapan Evakuasi Darurat
-
Pilot dan 4 Petugas Medis Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Sarawak, Kabut Asap Hambat Evakuasi
-
Strategi 'Subsidi Silang' RSUD Jakarta: Layanan Eksekutif Bakal Sokong Biaya Pasien BPJS
-
Aset Rakyat Biasa Bisa Dirampas Kalau Lalai Bayar Pajak?
-
Resep Awet 15 Tahun Pernikahan Detektif Jubun dan Chen Chen
-
Guru Besar UGM Desak Pemerintah Setop MBG, Prioritaskan Penanganan Bencana
-
Febrie Adriansyah Curiga Ada yang Catut Nama Pejabat Kejagung Terkait Uang Rp40 Miliar Tan Kian
-
Menetap Bersama Istri WNI di Cirebon, Warga Australia Kena Deportasi Gara-gara Ini
-
Tanggal Kembar 9.9 Tiba, Saatnya Cek Wishlist Produk Kecantikan, Kesehatan dan Perawatan Diri!