Suara.com - Penyerapan APBD DKI Jakarta tahun 2015 masih di bawah 20 persen. Hingga semester II, penyerapan baru Rp12,22 triliun atau 19,21 persen dari total belanja daerah Rp63,65 triliun.
"Memang pasti (rendah) dan nggak akan maksimal APBD 2015, tapi APBD Perubahan 2015 pasti maksimal. Kenapa perubahan baru saya revisi, karena APBD 2015 ini tidak disusun dengan harga satuan yang benar," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/8/2015).
Rendahnya serapan APBD, menurut Ahok, terjadi lantaran sistem e-budgeting belum sepenuhnya diterapkan dan tidak tersusun pada e-musrenbang serta masih adanya permainan oknum satuan kerja perangkat daerah.
"Makanya saya katakan, waktu saya buat pergub itu dasarnya bukan harga satuan, satuan itu dibuat dari versi lama, konsultan lama, segala macem lama, saya biarin terus saya potong. Begitu potong, kan musti di tarik duitnya," kata Ahok.
Ahok mengaku mendapatkan temuan pembangunan GOR yang anggarannya Rp48 miliar. Sedangkan menurut perhitungan Ahok, hanya menghabiskan sekitar Rp35 miliar.
"Terus kalau saya design ulang lagi yang lebih sederhana, barangnya sama Rp25 miliar, artinya dulu ada kecenderungan sengaja mahalin, sengaja design dibuat aneh-aneh rupanya mungkin ada fee. Makanya saya potong," ujarnya.
Ahok menambahkan penyebab rendahnya serapan anggaran juga lantaran kasus semacam itu, pembangunan yang dihentikan atau dikurangi anggarannya.
Untuk itu, pada APBD 2016, Ahok berencana menggunakan e-musrenbang dengan mematok harga satuan yang benar dan sistem rancang bangun akan dikebut.
"Bukan ketakutan (makai anggaran) SKPD kita stop. Karena SKPD sudah saya ancam bagaimana bisa bikin sekolah bikin GOR sampai Rp40-50 miloar. Bikin taman misalnya sampai Rp100 miliar satu wilayah. Mereka selalu berlindung alasannya karena konsultan. Saya bilang itu konsultan abal-abal," ujarnya.
Total keseluruhan nilai APBD 2015 sebesar Rp69,28 triliun. Angka tersebut terdiri dari belanja daerah sebesar Rp63,65 triliun dan dana Penyertaan Modal Pemerintah sebesar Rp5,63 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek