Ilustrasi sabu [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Anjan Pramuka Putra mengungkapkan sabu yang diduga dipakai Reza Alexander Prawiro, dan dua rekannya, berasal dari jaringan narkotika yang dikendalikan napi berinisial SF di Lembaga Pemasyarakatan Cirebon, Jawa Barat. Reza merupakan cucu bekas Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Radius Prawiro.
"Pemasok narkotika ini adalah napi (narapidana) di Lapas Cirebon atas nama SF. Sore ini kami jemput yang bersangkutan," kata Anjan di kantor Direktorat IV Narkoba Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Senin (3/8/2015).
Regu polisi sudah meluncur ke lembaga pemasyarakat di Cirebon tersebut. Tim menggunakan helikopter ke sana.
SF, katanya, akan langsung dibawa ke kantor Direktorat IV Narkoba Mabes Polri.
"Tim sudah berangkat, semoga dapat dan dilakukan pengembangan berikutnya," katanya.
SF mengendalikan peredaran narkoba dari penjara menggunakan seorang kurir berinisial BKR. BKR sekarang sudah ditangkap dan ditahan.
"Total narkoba yang diamankan dari kurir adalah 58 gram sabu dan 12 gram ganja," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (2/8/2015) malam, polisi menggeledah sejumlah tempat, di antaranya Hotel Boutique kamar 103. Di sana, polisi menyita sabu, ganja, dan bong atau alat untuk menghisap sabu.
Setelah itu, polisi menggeledah rumah Reza di Jalan Taman Darmawangsa, Jakarta Selatan. Di sana, polisi kembali menyita alat cangklong, bong, dan sabu.
Sementara di Apartemen Bellagio Residence Tower A, lantai 22, nomor 6, polisi mengamankan senjata api dan amunisi, serta bong.
Setelah itu, polisi menggeledah rumah Reza di Jalan Taman Darmawangsa, Jakarta Selatan. Di sana, polisi kembali menyita alat cangklong, bong, dan sabu.
Sementara di Apartemen Bellagio Residence Tower A, lantai 22, nomor 6, polisi mengamankan senjata api dan amunisi, serta bong.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim
-
Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna
-
Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M
-
Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang
-
Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes