Suara.com - Sebanyak 45 anak buah kapal berkewarganegaraan Myanmar yang diduga dipekerjakan perusahaan ikan selama bertahun-tahun tanpa gaji, saat ini, Rabu (5/8/2015), tengah diperiksa Bareskrim Polri. Polisi menduga mereka korban perdagangan manusia.
Salah seorang ABK yang bisa berbahasa Indonesia, Salweu (23), mengatakan dia bersama puluhan rekannya belum pernah digaji oleh perusahaan, padahal sudah bertahun-tahun bekerja.
"Saya dengan teman-teman lain bekerja di kapal mencari ikan di Kulara, Ambon-Maluku. Saya sudah bekerja selama empat tahun," kata Salweu kepada Suara.com.
Ketika dia ditawari bekerja sebagai ABK di perairan Ambon, Maluku, perusahaan menjanjikan gaji 7.500 Baht atau setara dengan Rp2,8 juta per bulan.
"Saya bekerja mencari ikan dengan gaji dijanjikan 7500 Baht sebulan. Tapi sampai sekarang belum pernah dapat gaji," ungkapnya.
Dia mengatakan bos perusahaannya orang Thailand.
Menurut informasi penyidik yang disampaikan kepada Suara.com, perusahaan yang mempekerjakan mereka berinisial PT S&TMM dengan Direktur Utama YT. Kantornya Tanah Abang, Jakarta Pusat. Perusahaan ini milik pengusaha asal Thailand.
Ke 45 ABK dievakuasi Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri dari Hotel Fiducia, Petojo, Jakarta Pusat.
Kepala Satgas TPPO yang juga Kepala Unit Human Trafficking Bareskrim Polri AKBP Arie Dharmanto mengatakan warga Myanmar tersebut tadinya dibawa perusahaan dari Ambon.
"Modusnya diduga serupa dengan kasus perdagangan orang di Benjina, Maluku. Mereka ada yang dipekerjakan hingga tiga tahun dan sampai sekarang belum digaji," kata Arie di Bareskrim Polri.
Arie mengatakan Polri berkoordinasi dengan Kedutaan Thailand untuk menangani kasus ini.
"Kami akan dalami kasus ini terlebih dahulu. Karena informasi dari mereka masih simpang siur, karena mereka ada yang mengaku bekerja tiga tahun dan belum digaji," kata Arie.
Hasil penyelidikan sementara, 45 warga Myanmar tersebut diduga menggunakan Seaman book dan pemalsuan dokumen atau paspor palsu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai