Suara.com - Pengacara dan anak pengacara O. C. Kaligis melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi ke Bareskrim Polri. KPK dianggap menculik dan menyalahgunakan kewenangan ketika menangkap Kaligis untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penyuapan hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara, Medan, Sumatera Utara.
"Iya sudah lapor kemarin, sekarang sedang kami kaji (laporannya)," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015).
Setelah menerima laporan, Budi Waseso mengatakan penyidik Bareskrim akan mempelajarinya.
"Laporannya soal penculikan dan penyalahgunaan wewenang oleh KPK. Sekarang sedang dikaji penyidik, kalau terpenuhi akan kami proses," ujarnya.
Budi Waseso mengatakan pengacara dan anak Kaligis menyertakan sejumlah barang bukti dalam laporan.
"Sementara bukti laporannya ada hasil rekaman, dan keterangan beberapa kesaksian," katanya.
Namun, Budi Waseso belum mengungkapkan apa saja isi rekaman yang dijadikan alat bukti.
Menurut informasi, KPK dilaporkan ke Bareskrim pada Rabu (5/8/2014).
Sebelumnya, kepada wartawan di gedung KPK, Kaligis merasa diculik oleh KPK ketika berada di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Tapi, KPK menegaskan bahwa prosedur yang diambil untuk menangani Kaligis sudah benar.
Kaligis merupakan salah satu tersangka yang sekarang ditahan KPK dalam kasus dugaan suap terhadap hakim dan panitera PTUN Medan. Sejak ditahan, dia menolak diperiksa penyidik. Dia ingin kasusnya segera dilimpahkan ke pengadilan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026