Suara.com - Kepolisian Norwegia tengah menyelidik peristiwa memalukan yang dilakukan oleh lima orang staf waralaba McDonald terhadap seorang konsumen perempuan buta Tina Marie Asikainen.
Peristiwa ini menyebar setelah Tina mnyebarkan peristiwa pengusirannya di akun Facebooknya.
Tina diusir dari gerai waralaba itu waktu hendak membeli ditemani oleh anak perempuannya berumur lima tahun dan anjingnya sebagai penuntun jalan.
“Berteriak meminta saya pergi,” tulis Tina seperti dikutip dari Independent, Senin (10/8/2015).
Di Norwegia, perbuatan seperti ini dianggap melanggar hukum, apalagi menggusir seorang disabilitas yang ditemani oleh anjingnya sebagai penuntun jalan dari restoran.
Dia bercerita kalau pengusiran itu terjadi beberapa menit setelah Tina memesan makanan.
“Setelah dua menit, sebelum kami makan, salah seorang karyawan datang dan meminta kami pergi karena kami membawa anjing,” cerita Tina.
Dia sendiri sudah menjelaskan kalau anjing itu adalah penuntun jalan karena dirinya buta.
“Mereka tidak mau mengerti. Mungkin ada sekitar 20 pelanggan yang melihat kalau lima karyawan itu meminta saya pergi. Lalu saya mulai menangis, sesuatu hal yang mestinya tidak saya lakukan,” katanya lagi.
Dia lalu melapor ke polisi yang langsung sigap merespon laporannya.
Sementara itu Juru Bicara McDonald Norwegia, Kathrine Moe, kepada AFP menyesalkan kejadian tersebut tanpa ada penjelasan permintaan maaf.
“Kalau hal itu benar, kami sangat menyesalinya. Hal ini seharusnya tidak terjadi,” sesal Kathrine.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan