Suara.com - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Badan SAR Nasional menyatakan tim "Search and Rescue" unit darat sudah mendekati titik yang diduga kuat lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air PK-YRN di sekitar Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Informasi dari situs resmi Basarnas di Jakarta, Selasa dini hari, menyebutkan tim SAR darat sudah berada di jarak 1,5 kilometer dari lokasi. Namun, harus menunda pencairan karena terkendala faktor cuaca.
"SRU darat dikabarkan telah mendekati 'crash site' yakni berjarak 1.5 km. Namun, terkendala cuaca sehingga hingga saat masih menunggu membaiknya cuaca," tulis pernyataan Basarnas.
Basarnas menerjunkan dua tim SAR darat dengan postur masing-masing 50 orang. Dua tim tersebut melakukan pencarian dan penyisiraan ke lokasi yang telah diketahui titik koordinatnya dari hasil pencarian melalui udara.
Pada Senin (17/8) pagi, salah satu potensi SAR lewat udara, pesawat AMA Air melaporkan telah menemukan puing yang diduga dari pesawat Trigana di sekitar Kampung Oskop, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dari penuturan pilot pesawat AMA Kapten Erick, kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo, luas lokasi yang diduga jatuhnya Trigana tersebut selebar 20 meter dan panjang kurang lebih 100 meter. Lokasi tersebut berada pada ketinggian 8.300 kaki atau sekitar 3000 meter di atas permukaan laut.
Dari Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan, "Karena terkendala cuaca, pencarian akan dilanjutkan Selasa (18/8) pagi." Presiden berharap tim evakuasi dengan kekuatan penuh bisa mendekati titik lokasi seiring dengan rencana pembuatan helipad di sekitar lokasi.
Sebelumnya, Pesawat Trigana Air jenis ATR42 dengan nomor penerbangan IL257 rute Jayapura-Oksibil dilaporkan hilang kontak pada hari Minggu (16/8) pukul 14.55 WIT. Pesawat yang dipiloti Kapten Hasanuddin ini membawa 49 penumpang dan lima kru.
Dalam pesawat yang jatuh juga mengangkut empat orang karyawan PT Pos Indonesia yang membawa dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sebesar Rp6,5 miliar yang akan didistribusikan kepada warga. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis