Suara.com - Beragam cara unik dilakukan masyarakat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 70. Seperti yang dilakukan oleh anggota SAR dan relawan Pantai Baron.
Jika dilihat diawal, upacara yang diikuti oleh 700 orang tersebut tak berbeda dari upacara pada umumnya karena berlangsung di bibir pantai.
Namun, saat memasuki prosesi pengibaran bendera, mulai ada yang tak lazim. Dengan formasi 17 orang, delapan orang, dan 45 orang, berenang ke tengah laut menuju ke tiang bendera yang telah disiapkan. Mereka baru berhenti setelah sampai sekitar 300 meter dari bibir pantai.
Kepala Bidang Linmas dan HAN Badan Kesbanglinmas Daerah Istimewa Yogyakarta Riyadi Mujiarto yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan tujuan dari upacara ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara maritim.
"Ini untuk menunjukkan jika perekonomian kita, tidak hanya pertanian tetapi maritim," kata Riyadi.
Riyadi menambahkan upacara unik ini akan digelar setiap tahun, sejak tiga tahun yang lalu.
"Harapan saya semoga kedepannya dinas pariwisata setempat semakin melirik acara ini sehingga bisa lebih meriah dan jadi tujuan wisata juga," ujar Riyadi.
Koordinator SAR Linmas Pantai Korwil 2 Gunungkidul, Marjono, menambahkan upacara di laut ini memiliki nilai tersendiri, terutama bagi mereka yang sehari - hari menggantungkan hidup pada laut.
"Upacara ini selain untuk mempromosikan wisata laut selatan terutama di derah Gunungkidul, juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi warga dan pengunjung untuk selalu menggunakan alat safety," kata Marjono.
Marjono berharap dengan adanya pelaksanaan upacara di tengah laut, dapat lebih mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga alam.
“Upacara di tengah laut ini harapan dan tujuannya juga untuk lebih mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga laut, demi anak cucu kita,” kata Marjono.
Tim SAR menyiagakan dua armada kapal serta satu jet sky untuk mendukung upacara.
Hingga berakhir, upacara berlangsung lancar.
"Kami bersyukur saat acara berlangsung ombaknya landai, jadi tidak ada kendala yang berarti," kata Marjono. (Wita Ayodhyaputri)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Bakal Ada Demo, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Hari Ini
-
Apakah Boleh Mencabut Uban? Ini Efek Samping yang Wajib Kamu Waspadai
-
Lahir di Akhir Agustus Zodiaknya Apa? Begini Sifat dan Karakternya Menurut Astrologi
-
Demo Besar Hari Ini, Awas Rupiah dan IHSG Bisa Keok
-
Disdik Tangerang Imbau Siswa Dijemput Selama Rencana Aksi 2728 Agustus
-
Jangan Sampai ke Mana-mana, Pemprov Jateng Minta Kepala Daerah Selesaikan Aduan Warga
-
BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif
-
3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?
-
Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus