-
Peristiwa dugaan kebocoran gas di PT Antam Pongkor memicu ingatan publik akan sejarah kelam pertambangan liar yang melibatkan puluhan ribu pendatang dari berbagai penjuru Nusantara demi mencari peruntungan butiran emas.
-
Willy, mantan tokoh penambang liar, mengungkap bahwa puluhan ribu gurandil dahulu menguasai Gunung Pongkor hingga mampu mengalahkan operasional resmi Antam melalui kekuatan massa yang besar serta konflik fisik yang mencekam.
-
Meskipun meraup penghasilan fantastis hingga ratusan juta rupiah per hari, Willy menyesali masa lalunya karena uang tersebut habis untuk hura-hura tanpa bekas serta telah merusak kelestarian alam Gunung Pongkor.
Suara.com - Peristiwa mencekam dugaan kebocoran gas di area PT Antam Pongkor pada Rabu (14/1) kemarin, seolah membuka kembali kotak pandora tentang sejarah panjang dan kelam di kaki Gunung Halimun Salak.
Di tengah sulitnya akses informasi resmi mengenai nasib para korban di lubang tambang, netizen kembali menyoroti sebuah video lawas yang kini relevan kembali.
Video tersebut berasal dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi yang diunggah empat tahun silam, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dalam video tersebut, Dedi mewawancarai sosok bernama Willy, seorang "dedengkot" atau tokoh yang sangat disegani di kalangan penambang emas tanpa izin (PETI) alias gurandil.
Percakapan mereka membuka tabir gelap bagaimana ribuan manusia pernah menjajah" kekayaan alam negara di bawah hidung BUMN.
Fakta yang diungkap Willy sangat mencengangkan. Gunung Pongkor bukan hanya sekadar area tambang, melainkan magnet ekonomi yang menyedot puluhan ribu orang dari seluruh penjuru nusantara.
Willy menceritakan bahwa pada masa jayanya, Gunung Pongkor dipadati oleh manusia yang bertaruh nyawa demi kilau emas.
"70 ribu, dari Sabang sampai merauke, (jadi penambang liar itu bukan orang sini saja? ) bukan, warga di sini tidak sebanding dengan pendatang, jumlah pendatang lebih banyak dibanding lokal," ungkap Willy kepada Dedi Mulyadi di akun YouTubenya dilansir Kamis 15 Januari 2026.
Bayangkan, sebuah kota kecil dadakan terbentuk di atas gunung, diisi oleh pendatang yang lebih dominan daripada warga lokal, semuanya berebut remah-remah emas dari perut bumi.
Baca Juga: Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
Besarnya jumlah massa membuat para gurandil ini memiliki kekuatan yang menakutkan, bahkan bagi perusahaan negara sekelas PT Antam. Willy blak-blakan menyebut bahwa konflik fisik dan baku hantam adalah makanan sehari-hari di lubang tambang.
"Itu satu lobang itu bisa dibagi banyak, dengan berebutan dulu, ribuan lubang. Satu lubang oleh bersama. Dan tidak terlepas dari keributan, konflik biasa," jelasnya.
Lebih mengejutkan lagi, pada era tersebut, kekuatan massa penambang liar mampu membuat operasional resmi perusahaan terganggu.
"Dulu Antam terkalahkan sama yang liar. Karena ada sedikit gejolak, Antam diserang. Kalau ada oprasi ,antam diserang. Itu dulu," kenang Willy.
Ini menggambarkan betapa liarnya hukum rimba yang berlaku saat itu.
Willy mengungkap data produksi yang bikin geleng-geleng kepala. "Dulu sampai 250 kg per hari," klaimnya mengenai total material atau hasil yang didapat komunitas penambang kala itu.
Berita Terkait
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
Nikita Willy Akui Pernah Minta Ganti Lawan Main, Benarkah Aurelie Moeremans?
-
Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!
-
PT Antam Tegas Bantah Isu 700 Penambang Terjebak Gas Beracun di Nanggung Bogor
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Militer AS Gunakan AI Claude Serang Iran, Padahal Trump Sudah Putus Hubungan dengan Pemiliknya
-
Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI Try Sutrisno di TMP, Langit Kalibata 'Menangis'
-
Waspada Lonjakan Mendadak! Polri Siapkan 161 Ribu Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
-
Analis: Stok Pencegat Rudal AS Menipis, Kapal Perang dan Tanker di Selat Hormuz Jadi Incaran
-
Ketua MPR Harap Indonesia Tak Kena Dampak Perang ASIsrael dengan Iran
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Operasi Ketupat 2026, Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahmad Muzani Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Ingin Amandemen UUD 45
-
Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon Buntut Roket dan Drone Hizbullah