Suara.com - Aldo Meyolla Geraldino, remaja asal Surakarta yang namanya akhir-akhir ini heboh di sosial media lantaran masuk sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada di usianya yang masih 14 tahun ternyata merupakan sosok sederhana dan mulai mengikuti program akselerasi dari sekolah dasar.
Aldo, sapaan akrabnya berbagi kisah hidup di sela-sela istirahat di masa orientasi kampusnya.
Sambil menikmati kudapan siangnya, Aldo bercerita tentang awal mula dirinya mengikuti kelas akselerasi atau percepatan hingga akhirnya tercatat sebagai salah satu mahasiswa termuda di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.
"Saya masuk SD pas umur lima setengah tahun, pas kelas satu sampe tiga biasa aja, terus pas kelas tiga ikut tes akselerasi, jadi kelas empat, lima enamnya cuman dua tahun, pas SMP, SMA juga cuman dua tahun," kata Aldo.
Aldo mengatakan, kendati mengikuti program akselerasi atau percepatan, dirinya tetap menikmati dan tidak merasa terbebani.
Selanjutnya: Kiat Aldo sukses dalam belajar
Berita Terkait
-
Ratusan Mahasiswa Adu Gagasan Hijau, Inovasi Baterai EV Keluar sebagai Juara
-
Masih Pentingkah Mahasiswa Punya LinkedIn di Era AI?
-
Antara Ketertiban dan Kebebasan Bicara: Mural yang Dihapus Kilat di Depan Kampus Trisakti
-
Drama Law School, Perjuangan Mahasiswa Hukum Membongkar Misteri Pembunuhan
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi