Suara.com - Kesuksesan Sella Dwi Radayana (19) sebagai atlet tenis meja National Paralympic Committee Indonesia tak lepas dari sosok David Jacobs. Dia mengaku sangat mengidolakan atlet difabel kelahiran Ujung Pandang tersebut.
Menurut Sella, David Jacobs merupakan sosok yang tidak gampang menyerah. Justru merupakan contoh dan teladan orang dengan keterbatasan fisik yang mampu melebihi kemampuan orang-orang normal.
"Sangat menginspirasi saya pokoknya. Meski memiliki keterbatasan fisik, tidak gampang menyerah, pekerja keras demi meraih kesuksesan (juara)," kata mahasiswa baru Fakultas Hukum di Kampus Universitas Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, kepada Suara.com, Senin (24/8/2015).
Selain itu, kata Sella, David Jacobs merupakan atlet tenis meja difabel Indonesia pertama yang bisa meraih medali dalam pertandingan tenis meja setingkat olimpiade. Melihat kesuksesan David, perempuan bertubuh tinggi tegap ini ingin mengikuti jejaknya.
"Harapannya bisa mengikuti kesuksesannya dalam setiap mengikuti olimpiade. Tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional," katanya.
Namun demikian, Sella mengaku kesuksesan itu tidak akan terwujud tanpa disertai dengan kerja keras dan latihan, serta dukungan kedua orangtuanya. Selama ini dirinya sering berlatih di GOR Manahan Solo bersama dengan atlet nasional paralimpian lainnya. Dia menambahkan Desember mendatang akan mengikuti pertandingan ASEAN Para Games VIII/2015 di Singapura.
"Awalnya susah dan sulit, tapi kalau dijalani dengan senang hati lama-lama juga enak. Tuhan itu maha adil. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan," kata Sella. (Labib Zamani)
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah