Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR T. B. Hasanuddin mengatakan untuk meningkatkan moral prajurit diperlukan kehadiran sosok pimpinan.
"Di tingkat bawah yang bawa sangkur dan senapan prajurit, tapi nggak boleh liar. Ada komandan peleton dan kompi kalau terjadi perkelahian yang dihukum peleton dan kompinya. Perwira sudah tidak tinggal bersama prajurit, jadi kepemimpinan mungkin tidak ada lagi, perwira tidur di luar prajurit di barak," kata Hasanuddin di DPR, Senin (30/8/2015).
Pernyataan Hasanuddin terkait dengan kasus anggota TNI AD Prada Yuliardi meninggal setelah ditembak anggota Polres Majene di Majene, Sulawesi Barat, Minggu (30/8/2015) sore.
Untuk menyelesaikan permasalahan, Hasanuddin mengatakan harus diketahui akar masalahnya, kemudian dipelajari, dari diambil kebijakan untuk mencegah kasus terulang lagi.
"Tidak boleh ada kasus yang merugikan rakyat lagi, senjata dibeli pakai uang rakyat untuk kepentingan negara bukan untuk bertempur sesama aparat," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wuryanto mengatakan kasus Yuliardi ditembak anggota Polres Majene terjadi karena ada kesalahpahaman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar