Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI Diah Pitaloka mengatakan kritikan merupakan bukti kepedulian rakyat terhadap sikap pemimpin.
"Kritik terhadap Fadli Zon dan Setya Novanto merupakan bukti rakyat masih peduli terhadap etika pemimpin, berarti sama-sama aktif berperan dalam memajukan martabat bangsa," kata Diah Pitaloka dari Fraksi PDIP kepada Antara di Jakarta, Minggu (6/9/2015) malam.
Ia mengatakan kritikan terhadap perwakilan parlemen Indonesia di Amerika dalam kampanye Donald Trump bukan merupakan isu politik.
"Isu ini bukan tentang politik, tapi masalah etika berdiplomasi dengan negara lain, sudah selayaknya perlu ditanggapi," katanya.
Ia tidak ingin menghubungkan masalah ini dengan politik, namun sebaiknya dinilai dari etika cara-cara berdiplomasi, karena sudah merupakan hubungan diplomasi antar dua negara.
Diah berharap, masyarakat dan anggota parlemen bisa bijak dalam menanggapi isu tersebut, bukan hanya saling menyudutkan atas nama kelompok partai tertentu.
Sementara itu, sebelumnya Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyebut pertemuan antara delegasi DPR dengan pebisnis asal Amerika Serikat Donald Trump, dalam kunjungan kerja di Negeri Paman Sam, berpotensi menjadi sebuah wujud pelanggaran etis. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan