KPK menahan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri Evy Susanti dalam kasus dugaan suap terhadap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Kota Medan. [Suara.com/Oke Atmaja]
Penyidik KPK terus mengembangkan kasus dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumatera Utara. Pengembangan kasus mulai menyerempet ke pengajuan hak interpelasi atau hak bertanya yang batal disampaikan anggota DPRD Sumatera Utara kepada Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.
Penyampaian hak batal diduga karena ada aroma suap. penyuapan. Untuk memulai penyelidikan, KPK sudah mendapatkan keterangan dari Ketua DPRD Ajib Shah yang datang ke KPK, Senin (7/9/2015). Namun, untuk lebih mendalaminya, KPK mulai memeriksa Gatot Pujo Nugroho.
"Saya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk interpelasi," kata Gatot yang merupakan politisi PKS.
Menurut Gatot penyampaian hak interpelasi batal karena beberapa permasalahan. Namun, dia enggan membeberkan apa saja yang menjadi persoalan.
"Ya ada beberapa permasalahan (terkait interpelasi itu)," kata Gatot.
Dugaan adanya penyelidikan baru muncul setelah Ajib Shah datang ke KPK. Saat itu, nama politikus Golkar ini tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan penyidikan perkara di KPK.
Ajib membantah dia datang ke lembaga antirasuah untuk diminta keterangan. Dia berdalih kedatangannya untuk memenuhi undangan KPK. Ajib tak menampik salah satu hal yang dibahas adalah mengenai hak interpelasi DPRD atas Gatot Pujo Nugroho.
DPRD diketahui pernah mengajukan hak interpelasi kepada Gatot Pujo. Ada beberapa poin yang dibahas dalam upaya penggunaan hak interpelasi anggota dewan. Namun pada saat dibahas ke sidang paripurna, hak interpelasi itu kemudian gagal.
Penyampaian hak batal diduga karena ada aroma suap. penyuapan. Untuk memulai penyelidikan, KPK sudah mendapatkan keterangan dari Ketua DPRD Ajib Shah yang datang ke KPK, Senin (7/9/2015). Namun, untuk lebih mendalaminya, KPK mulai memeriksa Gatot Pujo Nugroho.
"Saya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk interpelasi," kata Gatot yang merupakan politisi PKS.
Menurut Gatot penyampaian hak interpelasi batal karena beberapa permasalahan. Namun, dia enggan membeberkan apa saja yang menjadi persoalan.
"Ya ada beberapa permasalahan (terkait interpelasi itu)," kata Gatot.
Dugaan adanya penyelidikan baru muncul setelah Ajib Shah datang ke KPK. Saat itu, nama politikus Golkar ini tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan penyidikan perkara di KPK.
Ajib membantah dia datang ke lembaga antirasuah untuk diminta keterangan. Dia berdalih kedatangannya untuk memenuhi undangan KPK. Ajib tak menampik salah satu hal yang dibahas adalah mengenai hak interpelasi DPRD atas Gatot Pujo Nugroho.
DPRD diketahui pernah mengajukan hak interpelasi kepada Gatot Pujo. Ada beberapa poin yang dibahas dalam upaya penggunaan hak interpelasi anggota dewan. Namun pada saat dibahas ke sidang paripurna, hak interpelasi itu kemudian gagal.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?