Suara.com - Warga Palestina dan pasukan keamanan Israel kembali terlibat bentrok di kawasan Masjidil Aqsa dan Kota Tua Yerusalem. Pada hari Selasa (16/9/2015), genap tiga hari sudah bentrokan terjadi di antara kedua belah pihak.
Para demonstran muda berkumpul di sekeliling masjid dan melempari polisi yang berjaga di lokasi dengan batu. Polisi membalas dengan lontaran granat kejut.
Polisi Israel berdalih, mereka membersihkan serpihan-serpihan sisa bentrokan dari pintu masuk masjid dan menutup masjid dari dalam. Tujuannya, kata mereka, supaya mereka terhindar dari lemparan batu, petasan, dan benda lain dari demonstran.
Waqf, organisasi asal Yordania yang mengelola masjid tersebut mengatakan, polisi masuk ke dalam masjid dan menimbulkan kerusakan.
Yordania mengatakan, aksi Israel merupakan agresi terhadap negara-negara Arab dan Muslim. Yordania mengatakan, mereka tengah berupaya keras melindungi situs-situs keagamaan di Kota Suci. Yordania punya hak mengurus dan mengelola tempat-tempat suci di Yerusalem menurut pakta perjanjian damai dengan Israel tahun 1994.
Para demonstran Palestina khawatir Israel berencana mengambil alih pengelolaan Masjidil Aqsa. Selama ini, umat Yahudi diperkenankan berkunjung ke Masjidil Aqsa, namun tidak untuk berdoa. Tempat tersuci ketiga bagi umat Islam itu juga dianggap penting bagi umat Yahudi sebagai tempat suci yang dikenal dengan sebutan Bukit Bait.
Bentrokan antara Pasukan Israel dan demonstran Palestina sudah terjadi sejak hari Minggu. Menurut pihak kepolisian, pihak demonstran membarikade diri di dalam masjid selama satu malam dengan tujuan menghalangi kunjungan warga Yahudi menjelang perayaan Tahun Baru pada Ahad sore waktu setempat.
Otoritas setempat kemudian memutuskan untuk menyerang ke dalam kompleks pada pukul 6:45 waktu setempat atau sekitar 10:45 WIB agar warga Yahudi bisa berkunjung sebagaimana biasa.
Semua berawal dari kebijakan Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon, yang pada pekan lalu membubarkan dua organisasi Muslim, karena menghalangi peziarah Yahudi masuk di kawasan Masjidil Aqsa. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan
-
Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel
-
Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun
-
Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
-
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?