Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto mendatangi gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/9). [suara.com/Nikolaus Tolen]
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal (purn) Sutanto menegaskan pentingnya kerjasama antara lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi.
"Tentu harus sinergi, karena ini aparat penegak hukum, sama-sama menghadapi kasus-kasus yang besar, perlu sinergi yang kuat antara semua penegak hukum KPK, Polri, dan kejaksaan," kata Sutanto ketika diundang KPK sebagai narasumber penyusunan rencana strategis KPK tahun 2015-2019 di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).
Sutanto menyampaikan bagaimana antara pencegahan dan penindakan harus berjalan seimbang, meskipun dalam jangka panjang pencegahan lebih diutamakan. Namun, hal itu baru dapat dilakukan bila kasus tindak pidana korupsi mulai berkurang.
"Dalam bidang pencegahan dan penindakan, pencegahan dan penindakan harus berimbang itulah, baru jangka panjang diutamakan pencegahan manakala masalah korupsi sudah semakin berkurang," katanya.
Sementara itu, pimpinan KPK Johan Budi mengakui kedatangan Kapolri periode tahun 8 Juli 2005-30 September 2008 tersebut membantu menjalin kembali hubungan Polri dengan KPK.
"Iya, salah satunya itu (membangun hubungan Polri- KPK)," kata Johan.
"Tentu harus sinergi, karena ini aparat penegak hukum, sama-sama menghadapi kasus-kasus yang besar, perlu sinergi yang kuat antara semua penegak hukum KPK, Polri, dan kejaksaan," kata Sutanto ketika diundang KPK sebagai narasumber penyusunan rencana strategis KPK tahun 2015-2019 di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).
Sutanto menyampaikan bagaimana antara pencegahan dan penindakan harus berjalan seimbang, meskipun dalam jangka panjang pencegahan lebih diutamakan. Namun, hal itu baru dapat dilakukan bila kasus tindak pidana korupsi mulai berkurang.
"Dalam bidang pencegahan dan penindakan, pencegahan dan penindakan harus berimbang itulah, baru jangka panjang diutamakan pencegahan manakala masalah korupsi sudah semakin berkurang," katanya.
Sementara itu, pimpinan KPK Johan Budi mengakui kedatangan Kapolri periode tahun 8 Juli 2005-30 September 2008 tersebut membantu menjalin kembali hubungan Polri dengan KPK.
"Iya, salah satunya itu (membangun hubungan Polri- KPK)," kata Johan.
Komentar
Berita Terkait
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung di Surabaya, KPK Temukan Uang Tunai Puluhan Juta
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026
-
Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia