Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan pihak Kepolisian, Selasa (6/10/2015) pagi akan mendatangi langsung tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan keji bocah 9 tahun bernama Putri Nur Fauziah di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
"Kami bersama penyidik dari Mabes Polri akan mengunjungi TKP pembunuhan PNF pada pukul 10.00 Wib," kata Sekjen KPAI Erlinda. Erlinda menambahkan, Mabes Polri, Polda dan KPAI akan bersinergi dan komitmen untuk mengungkap kasus ini.
"Semoga sinergi ini akan menjadi Oase untuk perlindungan Anak," katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirat menyebut Putri Nur Fauziah (9) dibunuh secara keji.
"Selain keji juga itu sangat biadab. Karena si pelaku tega memperkosa, menyiksa dan membunuh PNF dengan sangat sadis. Ini sangat biadab," kata Arist saat berkunjung ke rumah duka, Senin (5/10/2015).
Itu sebabnya, Arist mendesak kepolisian secepatnya menemukan pelaku sehingga bisa diadili. Arist menduga pembunuhan Putri sudah direncanakan.
"Kita bisa lihat dari kondisi korban saat tewas yang penuh luka dan ada darah di sekujur tubuhnya apalagi sampai diperkosa begitu. Sepertinya ini bukan yang pertama kali dilakukan pelaku, berarti pelaku sudah merencanakannya terlebih dulu," kata Arist.
Arist menduga masih ada korban lain, karena berdasarkan pengalaman Komnas PA kasus pembunuhan seperti ini biasanya merupakan pembunuhan berantai.
"Dari dugaan saya, korban itu bukan hanya adik kita aja si Putri, tapi juga kemungkinan sebelumnya sudah banyak korban namun nggak pernah ketemu," ujarnya.
Arist menambahkan, dari rekaman CCTV di rumah Sujaroadi, pengusaha besi tua Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, yang berada tak jauh dari TKP terekam seseorang tengah membawa kardus. Orang ini diduga sebagai pelaku.
"Dari hasil rekaman CCTV, barang bukti, dan pemeriksaan kepada saksi, diharapkan polisi segera menemukan siapa pelaku pembunuh biadab si Putri," katanya.
Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Rencananya, polisi akan memeriksa DNA dua saksi.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan