Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian turut prihatin dan bersedih dengan banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak di Jakarta. Terakhir, kasus kekerasan yang dialami Putri Nur Fauziah alias Eneng (9).
"Beberapa kasus kekerasan terhadap anak Kami prihatin ada 40 kasus lebih. Satu kasus pun terjadi di Kalideres itu harus jadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli keamanan anak," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/10/2015).
Untuk mencegah kasus terus menerus terjadi, Tito mengatakan akan mengembangkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di setiap kantor polsek.
Apalagi, kata Tito, kalau Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah merekrut 7.000 polwan, rencananya bisa terwujud.
"Di Polda Metro Jaya sudah ada unit PPA. Polres sudah dan sekarang polsek secara bertahap sedang kita bangun," katanya
Putri merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia dibunuh dan jenazahnya dimasukkan dalam kardus. Saat ditemukan, bagian kemaluan dan mulut Putri mengeluarkan darah. Tangannya diikat lakban, dia ditelanjangi.
Hingga kini kepolisian baru meminta keterangan dua orang saksi. Polisi menyebut mereka saksi potensial.
BERITA TERKAIT LAINNYA:
Kasus Bocah Dalam Kardus, Dugaan Kak Seto Sangat Mengerikan
Ayah Bocah Dalam Kardus Tak Mengenali Dua Saksi, Siapa Mereka?
Kapolri Angkat Bicara Misteri Pembunuhan Bocah Dalam Kardus
Warga: Saksi Pembunuhan Bocah dalam Kardus Bekas Pengedar Narkoba
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!