Suara.com - Ketua Umum Bhayangkari sekaligus istri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Tejaningsih Haiti, angkat bicara mengenai kasus kekerasan yang menimpa Putri Nur Fauziah alias Eneng (9) bocah perempuan yang ditemukan tewas dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat.
Terkait hal ini, Tejaningsih meminta agar seluruh orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Pasalnya ia menilai kekerasan terhadap anak biasa dilakukan oleh orang-orang terdekat.
"Karena kekerasan dimulai dari lingkungan terdekat," kata Tejaningsih saat ditemui dalam acara Musyawarah Bhayangkari ke-21 di Polda Metro Jaya, Rabu (7/10/2015).
Dia mengimbau agar orangtua lebih bisa menyarankan agar anaknya tidak sembarangan saat membuang air. Hal itu, untuk mengantisipasi kekerasan seksual terhadap anak.
"Ini harus (jadi perhatian) dari semua aspek, kalangan. Contoh orangtua, dari hal kecil seperti buang air sembarangan dan nggak pakai celana dalam," katanya.
Yayasan Kemala Bhayangkari, menurutnya juga sering aktif memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk menggerakan kampanye setop kekerasan terhadap anak di setiap sekolah. Kegiatan tersebut juga melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Kami selalu bekerja sama dengan menteri PPA dan kami dari yayasan berikan pelatihan ke guru-guru," katanya.
Meski demikian, Tejaningsing mengaku jika kampanye setop kekerasan terhadap anak yang digerakan oleh yayasannya ini belum meluas kepada masyarakat banyak.
"Kami lakukan dengan spanduk, pamflet tapi memang masih di lingkungan kami sendiri. Belum ke masyarakat luar. Gerakan kami masih terbatas," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus