Suara.com - Kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan mengganggu aktivitas warga Singapura. Di tengah pekatnya kabut asap, warga selalu mengenakan masker untuk beraktivitas, atau lebih memilih tinggal di rumah.
Namun, warga Singapura yang satu ini memilih turun tangan menangani asap. Judah Jay nama lelaki berusia 60 tahun ini dan dia berangkat ke Jambi, Sumatera, guna membantu petugas pemadam kebakaran menjinakkan api.
Judah adalah pemilik perusahaan Singapura yang memproduksi larutan pemadam api ramah lingkungan. Ia menyumbangkan sekitar 1.000 liter larutan buatan perusahaannya kepada pemadam kebakaran.
Ketika ditanya mengapa mau membantu memadamkan kebakaran di Indonesia, Judah mengaku merasa ikut punya tanggung jawab dalam menangani bencana yang tengah terjadi.
"Andaikata saya seorang dokter dan saya melihat seseorang ditabrak mobil. Saya tidak akan bertanya dulu apakah ia akan membayar saya, saya akan langsung membantunya," kata Judah seperti dikutip Asia One.
"Demikian pula dengan diri saya, saya punya pengetahuan dan sumber daya, dan sudah menjadi tugas saya membantu orang yang membutuhkan," sambung Judah.
Direktur perusahaan Fire Terminator International (FTI) ini tiba di Indonesia tiga bulan lalu untuk memasarkan produknya yang dinamakan larutan JN1010. Larutan tersebut diklaim tidak hanya mampu memadamkan api, namun juga mendinginkan permukaan, menghilangkan oksigen, serta mencegah terbakarnya gas yang mudah terbakar sehingga api tak kembali muncul.
Namun, ia mengalihkan perhatiannya saat kebakaran hutan terjadi.
"Saya tahu ini tidak menghasilkan uang. Orang-orang di sana membutuhkan pertolongan, dan saya punya sarana untuk membantu mereka," ujar Judah.
Selama empat pekan, ia mengenakan pakaian pemadam kebakaran dan bahu-membahu membantu petugas pemadam di Jambi.
"Panas yang ditimbulkan api amat menyengat. Jarak pandang amat pendek sampai saya tak bisa melihat siapa yang ada di samping saya. Ini benar-benar buruk," sambungnya.
Larutan pemadam sumbangannya pun habis hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Namun, upaya Judah mendapat sorotan dari sejumlah media pemberitaan Indonesia.
Judah kembali ke Singapura sepekan lalu untuk menghadiri sebuah acara. Kepada The New Paper, Judah mengaku berencana kembali ke Indonesia dan membawa 9.000 liter larutan pemadam untuk merampungkan pekerjaannya yang belum tuntas. Kali ini, ia berencana mendatangi lokasi kebakaran hutan di Kalimantan. (Asia One)
Berita Terkait
-
Menggugat Pendekatan Reaktif Pemerintah Atasi Karhutla
-
Miris! Potret Upacara HUT RI di Tengah Kepungan Karhutla Sumsel
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
Bahaya Maut Di Balik Karhutla, Ketika Asap Bisa Jadi Mesin Pembunuh Diam-diam
-
Tragedi Karhutla Kubu Raya, Kasim Meninggal Saat Bantu Petugas Jinakkan Api
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN