Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan menunggu kesiapan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk diperiksa dalam kasus dugaan pelanggaran etika dalam pertemuan dengan pengusaha Donald Trump di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat.
"Jam 13.00 akan periksa Pak Novanto, dan Jam 14.00 periksa Pak Fadli, materi pemeriksaannya terkait mereka sebagai teradu," ujar Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di DPR, Senin (12/10/2015).
Dia menambahkan MKD sudah memiliki dokumen keberangkatan mereka ke Amerika Serikat. Dalam dokumen, terdapat tujuh anggota delegasi, namun ternyata yang berangkat ke Amerika sebanyak 20 orang.
MKD juga memiliki dokumen yang menyangkut seluruh perjalanan rombongan. Semua informasi tersebut, kata Junimart, akan ditanyakan kepada Setya dan Fadli.
"Tentu rakyat berhak tau apa yang mereka lakukan. Saya kira bisa hadir, dan sampai sekarang masih kita tunggu," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan.
Sementara itu, Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan kalau kedua pimpinan DPR mangkir lagi, mahkamah akan memanggil mereka lagi nanti.
Anggota Fraksi Gerindra tersebut mengatakan mahkamah tidak akan memanggil mereka secara paksa meski mangkir.
"Kita rasa kan ini ada di sepuran kita. Kalau panggilan ketiga enggak datang, MKD akan musyawarah mengambil langkah/keputusan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang