Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Senin (12/10/2015). Politikus Partai Nasional Demokrat tersebut diperiksa sebagai saksi terkait dugaan suap dalam interpelasi DPRD terhadap Gubernur Gatot Pujo Nugroho.
"Dia dipanggil untuk dimintai keterangan mendalami interpelasi (DPRD Sumut)," kata pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji.
Pemeriksaan Tengku Erry diduga kuat untuk mendalami pertemuannya dengan Gatot yang juga dihadiri oleh pengacara O. C. Kaligis dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat.
Namun, Indriyanto enggan menjelaskan lebih detail keterangan yang ingin diperoleh penyidik dari Tengku Erry.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Sumatera Utara mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur Gatot pada Maret 2015. Salah satu alasan interpelasi adalah hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan atas laporan keuangan pemerintah provinsi tahun 2013.
Namun, sebulan kemudian sebagian besar anggota DPRD berubah sikap. Pada rapat paripurna ketika itu, mereka sepakat hak interpelasi batal digunakan. Dari 88 anggota DPRD yang hadir, 52 orang menolak hak interpelasi, 35 menyatakan setuju, dan satu orang abstain.
Perkara tersebut bermula dari dugaan suap kepada hakim dan panitera PTUN Medan. Sampai saat ini, delapan orang telah ditetapkan menjadi tersangka.
Mereka adalah Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, anggota Majelis Hakim Amir Fauzi, Dermawan Ginting, panitera sekaligus Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan, dan seorang pengacara yang juga anak buah Kaligis bernama M. Yagari Bhastara alias Gerry.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Gatot dan istri, Evy Susanti, serta Kaligis menjadi tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo
-
Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering
-
BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!
-
Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset
-
HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa
-
Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar
-
Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai
-
Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu
-
Produk Lokal Tak Kalah Bagus dari Barang Impor, Mendag Sebut Masalahnya Pintar Jualan
-
Sarjito Resmi Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, OJK Targetkan Bursa Beroperasi 1 Januari 2027