Suara.com - Pengamat demokrasi Abdur Rozaki menilai pemerintahan Kabinet Kerja belum memerhatikan kondisi masyarakat pedesaan.
"Krisis demokrasi, krisis ketidakadilan dan krisis kesejahteraan itu sangat terjadi di desa," kata Abdur Rozaki di kampus S2 Universitas Paramadina, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).
Menurut Abdur, demokrasi mati di desa karena sistem kepemimpinan di desa lebih mementingkan melayani kalangan yang tingkat ekonominya di atas dibanding melayani kelas ekonomi tingkat bawah.
"Padahal desa berpotensi melahirkan orang pintar, tapi pemerintah masih kurang tanggap terhadap masyarakat desa," kata Abdur.
Abdur mengatakan negara tidak melihat desa, terutama di luar Jawa, sebagai sumber pendapatan ekonomi baru. Itu sebabnya, desa-desa di luar Jawa, merasa ditelantarkan.
"Potret kecil tentang demokrasi di desa ialah matinya Salim Kancil di Lumajang, dimana dia menuntut hak-hak petani kepada pemerintah, akan tetapi kepala desanya yang menjadi promotor terbunuhnya Salim," kata Abdur.
Abdur mengingatkan 60 persen pemilih di pemilihan umum merupakan masyarakat pedesaan. (Muhamad Ridwan)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
JK Bongkar Bukti Chat WA, Tolak Rismon dan Roy Suryo Terkait Buku 'Gibran EndGame'
-
Berhasil Jaring 6,5 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Skema Pembersihan Berkala
-
Krisis BBM Mengintai, Guru Besar UGM Tawarkan Solusi dari Nyamplung dan Malapari
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Nasihat JK ke Jokowi Soal Ijazah: Kenapa Tidak Dikasih Lihat Agar Rakyat Tak Berkelahi
-
Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran
-
JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?
-
Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?
-
Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik