Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, fenomena asap seperti berwarna kuning dalam dua hari terakhir menimpa Kota Pekanbaru akibat kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Riau.
"Asap warna kuning bisa jadi karena sumber asapnya tidak jauh dari daerah tersebut. Jadi, asapnya masih sangat benar-benar pekat," papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Kamis (22/10/2015).
Ia berujar, berberapa hari terakhir di Provinsi Riau terjadi lonjakan titik panas seperti di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu, meski sebagian besar karlahut di Sumatera masih terkosntrasi di Sumatera Selatan.
Hari ini, BMKG merilis 31 titik panas tersebar pada empat kabupaten di Riau diantaranya seperti Indragiri Hulu 15 titik dan Pelawawan 12 titik. Sementara dari 656 titik panas di Sumatera, 572 titik masih terpusat di Sumatera Selatan.
Sehari sebelumnya, tidak terdeteksi titik panas di Pelalawan, sementara di Indragiri Hulu terpantau tujuh titik, Kepulauan Meranti terpantau satu titik dan Indragiri Hilir tiga titik. Sementara di Sumatera 633 titik panas dan 462 titik diantaranya di Sumatera Selatan.
"Jadi kemungkinan asap lebih pekat, sehingga berwarna kuning. Kan kemarin beberapa wilayah di Riau sempat terbakar beberapa daerah. Belum lagi yang dari luar bersifat tambahan," katanya.
Slamet menampik jika asap berwarna kuning berasal dari provinsi tetangga seperti Jambi atau Sumatera Selatan. "Kalau asap dari Jambi atau Sumsel tidak mungkin kuning karena jaraknya cukup jauh dari Kota Pekanbaru," ucap dia.
Komandan Satuan Tugas Darurat Pencemaran Udara Riau, Brigjen TNI Nurendi menyatakan kualitas udara di Provinsi Riau selama tiga hari terakhir dalam tingkat "berbahaya" akibat tercemar asap kebakaran lahan dan hutan.
"Saya sangat prihatin karena tiga hari terakhir udara sudah dalam kategori berbahaya, kalau dari warna indikator sudah hitam semua, " kata Brigjen TNI Nurendi.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada enam wilayah di Riau menunjukkan semua dalam tingkat "Berbahaya". Rata-rata ISPU di Riau sudah melebihi 500 dengan kandungan konsentrasi polutan hampir capai 1.000 PM10 (particulate matter).
"Dibandingkan tahun lalu, kondisi sekarang telah terjadi peningkatan yang drastis," katanya.
Total warga sakit akibat dampak asap sudah mencapai 80.263 orang sejak September 2015. Paling banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai 67.300 orang, diikuti penderita asma 3.130 orang, iritasi mata 3.754 orang dan pneumonia 1.100 orang.
"Saya minta ke dinas kesehatan untuk gencarkan kampanye kesehatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan