Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil anak buah Pengacara Otto Cornelis Kaligis, Fransisca Insani Rahesti untuk diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya Sisca diperiksa sebagai saksi untuk Patrice Rio Capella.
Kali ini dirinya dipanggil untuk menjadi saksi bagi tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi suap terkait penanganan dana bantuan soaial di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung yakni Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.
"Dia diperiksa sebagai saksi untuk GPN dan ES," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).
Teman kuliah dari Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem tersebut sudah mendatangi Gedung KPK. Namun, dirinya tak memberikan komentar sedikit pun terkait pemeriksaannya hari ini.
Selain memeriksa Siska, untuk memdalami dan mengembangkan kasus tersebut, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gatot dan Evy Susanti sebagai tersangka. Keduanya juga sudah memenuhi panggilan KPK.
Sama seperti Sisca, keduanya juga tak banyak berkomentar, hanya sedikit komemtar dari istri Gatot yang berharap kasusnya segera dilmpahkan hari ini.
"Insya Allah (hari ini dilimpahkan)," kata Evy sambil masuk ke dalam Gedung KPK.
Seperti dimetahui, KPK telah menetapkan Pateice Rio Capella, Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mantan Anggota Komisi III tersebut diduga menerima uang dari Gatot dan Evy sebesar Rp200 juta rupiah melalui teman kuliahnya Fransiska Insani Rahesti. Uang tersebut dimaksudkan untuk mengamankan kasus dana Bansos yang melilit Gatot sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?