Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penggeledahan di berbagai tempat di Medan, Sumatera Utara untuk mengumpulkan rekam jejak terjadinya perkara suap hakim dan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
Dari penggeledahan tersebut, KPK berhasil menyita sejumlah dokumen dan sejumlah data yang terkait kasus korupsi yang bermula dari penyalahgunaan Bantuan Sosial di Pemerintah Provinsis Sumatera Utara tahun anggaran 2012-2013. Dokumen tersebut ditemukan di tiga kantor Dinas Pemprov Sumut, dan Kantor DPRD Provinsi Sumut.
"Penggeledahan tersebut dilakukan demi kepentingan penyidikan kasus dugaan suap hakim PTUN Medan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2015).
Priharsa menjelaskan, sebanyak empat kardus dokumen yang disita dari tiga kantor Dinas dan DPRD tersebut. Namun, dari sejumlah dokumen tersebut, ada juga dokumen yang terkait dengan Bansos Pemprov Sumut.
"Iya, itu berkaitan dengan dokumen Bansos juga, kan berkaitan," kata Priharsa.
Kasus korupsi dana Bansos yang dahulu ditangani Kejaksaan Tinggi Sumut ini menjadi sumber munculnya kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan yang menjerat Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Pasalnya, karena adanya kegiatan penyelidikan kasus Bansos itu, pihak Pemprov Sumut menggugat Kejati Sumut ke PTUN Medan.
Alhasil, Pemprov Sumut yang mengajukan gugatannya melalui Kepala Biro Keuangan, Ahmad Fuad Lubis pun dimenangkan oleh hakim PTUN. Namun, ternyata kemenangan tersebut berkat adanya aksi suap yang dilakulan oleh pengacara Fuad, yakni O.C. Kaligis melalui anak buahnya M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
Muzani Pimpin Yel-yel di Senayan: Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Presiden Dua Periode!
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK