Suara.com - Peneliti Hukum dari Indonesia Legal Roundtable Refki Saputra menyatakan Dewan Perwakilan Rakyat tidak jelas menetapkan alasan keterpilihan dan tidak keterpilihan calon Komisioner Yudisial.
" Saya curiga pekerjaan di DPR hanya sekedar suka dan tidak suka kepada calon Komisioner Komisi Yudisial," kata Refki Saputra saat Konferensi Pers Darurat Pimpinan KY, Pansel Harus Segera Kirim Calon Pengganti, di gedung Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2015).
DPR telah menyetujui lima nama dari tujuh nama calon Komisioner Komisi Yudisial yang diajukan oleh Panitia Seleksi.
Menurut Refki, dua nama yang tidak disetujui tersebut merupakan perwakilan dari akademisi.
Refki menjelaskan, seharusnya DPR bukan lagi mempertanyakan mengenai integritas calon melainkan soal visi misi calon terhadap masa pimpinannya nanti di Komisioner Komisi Yudisial.
"Pertanyaan integritas sudah selesai di panitia seleksi," kata Refki.
Proses pengujian di panitia seleksi berlangsung lebih panjang di banding DPR hanya menyeleksi makalah calon Komisioner Komisi Yudisial.
Refki menuturkan, seharusnya DPR lebih selektif dalam menentukan bakal calon Komisioner Yudisial karena pekerjaannya tidak begitu berat dibanding panitia seleksi.
"Kami akan menagih kepada DPR apa alasan keterpilihan dan ketidak pilihan pejabat publik yang tidak dipilih DPR oleh pansel," kata Refki. (Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
-
Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono
-
RUU PPRT Dipercepat, Pemerintah Tegaskan Hak Pekerja Rumah Tangga
-
Kado Hari Kartini, DPR Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang
-
Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi
-
Tangis Haru Suranti dan Perjuangan 22 Tahun JALA PRT Sambut Pengesahan UU PPRT di DPR
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar
-
Kemnaker Perkuat Vokasi untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Industri
-
Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
-
Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik
-
Kronologi Peserta UTBK 2026 Undip Tertangkap Bawa Alat Elektronik Ilegal ke Ruang Ujian
-
Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing
-
Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
-
Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!
-
ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!