Suara.com - Aparat Sub Direktorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus komplotan perampok spesialis warga negara asing di Jakarta. Dalam menjalankan aksi, komplotan menakut-nakuti korban dengan mengaku sebagai anggota polisi.
"Modus nongkrong di cafe di kota, pelaku mengaku sebagai polisi, sebagian bisa bahasa Tiongkok, ditakut-takuti, supaya tidak masalah," kata Kepala Subdit III Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso kepada wartawan Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Korban terakhir yang dirampok berasal dari Cina bernama Xu Shi Chao (41). Korban bekerja di perusahaan tambang di Jakarta.
"Mereka menilai, WNA mana yang potensial untuk dijadikan korban. Seperti kemampuan finansialnya sampai penampilan calon korbannya," kata Eko.
Dalam menjalankan aksi, pelaku menuduh korban menyalahi aturan, misalnya tidak memiliki paspor atau masuk ke tempat hiburan malam dan membawa narkoba.
Tidak hanya merampas harga, pelaku juga mengeroyok Xu. Harta Xu yang diambil pelaku, antara lain telepon genggam merek Sony, uang tunai Rp300 ribu, dan kartu kredit.
Polisi menangkap Tjhin Gunawan Sutanto alias Ase dan Susanto alias Santo tak lama setelah kejadian. Sedangkan Ridwan Sugana alias Iwan dan Afat masih diburu.
Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri