News / Nasional
Rabu, 11 November 2015 | 20:44 WIB
Ilustrasi dampak gempa bumi (Shutterstock).

Suara.com - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar warga di sepanjang pesisir Sumatera bagian barat dan Jawa bagian selatan tak khawatir dengan fenomena peningkatan kejadian gempa yang makin sering.

Dalam sehari ini misalnya, BMKG mencatat terdapat empat kali gempa yang tergolong lumayan besar, seperti gempa susulan dua kali di  Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan kekuatan 4,4 dan 4,6 pada Skala Richter.

Gempa berikutnya terjadi di Manggarai Barat, NTT, dengan kekuatan kegempaan mencapai 4,4 Skala Richter dan  terakhir di Yogyakarta dengan kekuatan gempa hingga 5,6 Skala Richter yang dirasakan hingga Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Kepala pusat Seismologi Teknik Geofisika BMKG Jaya Murjaya  yang dihubungi suara.com, Rabu malam (11/11/2015), warga di daerah rawan gempa memang harus waspada tapi tak perlu khawatir karena gempa pasti terjadi setiap hari di Indonesia.

“Setiap hari Indonesia diguncang gempa di sepanjang Sumatera dan Jawa sampai NTT, cuma biasanya hanya kecil. Yang signifikan itu tadi di Yogyakarta,” kata Jaya.

Dia mengatakan, hal itu karena Indonesia dikepung tiga lempeng besar bumi, yakni lempeng Indo Australia, Asia dan lempeng Pasifik.

“Belum lagi patahan di daratan. Contohnya ada patahan di sepanjang Sumatera sepanjang 1.650 kilometer,”  jelasnya.

Karena itu, menurut Jaya, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir dan takut dan mengikuti petunjuk keselamatan jika ada gempa. Misalnya, keluar dari rumah atau bersembunyi di bawah meja dengan mempersiapkan air darurat.

Tag

Load More