Suara.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad membuka rapat koordinasi persiapan pengawasan pemungutan dan perhitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemiilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015.
Di awal sambutan, Muhammad sangat mengapresiasi kerja Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten/Kota pada tahapan masa pencalonan.
"Kita sudah selesai satu tahapan yang krusial, yaitu pencalonan. Walaupun masih ada beberapa case harus selesai masalah pencalonan," kata Muhammad saat memberikan sambutan pada rakornas Pilkada Serentak 2015, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/11/2015).
Dia pun memberikan nilai yang cukup membanggakan bagi pengawa penyelenggaraan Pilkada di masa pencalonan.
"Dengan koordinasi yang berjenjang kita bisa melewati tahapan itu saya memberiksan nilai delapan. Nilai yang menurut saya sangat baik dalam tahapan pencalonan," katanya
Dia berharap seluruh kegiatan masa pencalonan itu secepatnya diselesaikan anggota bawaslu provinsi dan panwaslu di dearah.
"Kita harap dua hari kedepan, kita bisa memproklamirkan ke republik ini bahwa pengawasan pencalonan telah sukses kita lakukan dan itu patut diapresiasi," katanya.
Dia juga mengatakan jajaran Bawaslu dan Panwaslu di daerah tetap bekerja secara maksimal dalam mengawasi tahapan pemungutan suara dan tahapan rekapitulasi. Sebab menurutnya kedua tahapan itu adalah puncak pengawasan di Pilkada
"Puncak pengawasan kita adalah pada saat pemungutan suara dan tahap rekapitulasi. Pra pemungutan bisa menjadi energi positif untuk kita bisa bekerja baik secara maksimal," kata dia.
Berita Terkait
-
Pro-Kontra Wacana Pilkada Melalui DPRD: Soroti Biaya Politik hingga Nasib Demokrasi
-
Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
BW Semprot Wacana Pilkada Lewat DPRD: Biaya 37 T Mahal, Makan Gratis 268 T Dianggap Penting
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
-
38 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Rano Karno: Jalur Transit Berhenti Total
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran
-
Drone Serang Militer Inggris Bukan dari Iran, Diduga Berasal dari Dekat Lebanon
-
Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat
-
Korban Jeffrey Epstein Dapat Ganti Rugi Rp550 Miliar
-
Cegah Perang Meluas, Macron Desak Netanyahu Batalkan Serangan Darat ke Lebanon
-
Warga Bisa Cek dan Perbaiki Data Bantuan Sosial Sendiri? Ini Cara Ampuh Lewat Aplikasi Cek Bansos!
-
Sudah Berjalan Bertahun-tahun! Bareskrim Gerebek Home Industry Kosmetik Bermerkuri di Cirebon