Suara.com - Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta sampai sekarang belum menerima surat dari Bareskrim Polri perihal penetapan tersangka anggota Fraksi Hanura Fahmi Zulfikar. Fahmi ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply di sekolah-sekolah pada APBD Perubahan Tahun 2014.
"Itu kan belum ada keputusan resmi karena sampai sekarang dia (Fahmi) belum dapat surat. Itu kan baru hasil analisa, ya kita tunggu saja beritanya," kata Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI, Veri Yonnevil, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/11/2015).
"Sampai tadi jam 11.00 WIB dia (Fahmi) belum terima surat sebagai tersangka. Jadi kita tunggu dulu kepastiannya apakah sudah dapat," Veri menambahkan.
Veri mengatakan rencananya hari ini Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta Mohamad Sangaji akan mendatangi Bareskrim Polri untuk memintai penjelasan perihal kasus Fahmi.
"Mungkin sore hari ini ketua fraksi akan ke Bareskrim supaya ada kepastian," katanya.
Fraksi Hanura akan menyikapi dengan arif kalau Fahmi benar-benar jadi tersangka.
"Kalau dia langgar aturan partai lakukan tindakan. Tapi ini kan masih terlalu pagi. Akan dipecat dari anggota partai (kalau benar melanggar)," kata Veri.
Selain Fahmi, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri juga telah menetapkan tersangka mantan anggota DPRD dari Fraksi Demokrat M. Firmansyah.
Dalam kasus ini, penyidik Mabes Polri juga sudah menetapkan pejabat pemerintah Jakarta, Alex Usman dan Zaenal Soleman, menjadi tersangka.
Alex merupakan mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zaenal adalah mantan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki