Suara.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (FSP LEM) dan perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) meminta upah buruh di Jakarta lebih tinggi dibanding di kota-kota seluruh Jawa.
Hal itu disampaikan buruh dalam aksi unjuk rassa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015). Mereka meminta mencabut Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.
"Kami menuntut Upah Minimum Sektoral Provinsi di DKI Jakarta 2016 adalah upah sektoral tertinggi se-Pulau Jawa," kata Ketua DPD SPSI DKI Jakarta Yulianto di depan gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).
Buruh meminta perundingan kembali upah minimum sektoral provinsi antara perwakilan buruh dengan dewan pengupahan provinsi DKI Jakarta.
"Kita minta pemerintah daerah DKI Jakarta melaksanakan regulasi penetapan upah berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 dan menolak PP No. 78 Tahun 2015," jelasnya.
Dari segi pengamanan, 500 personil aparat kepolisian gabungan dibantu TNI. Adapun 1 unit mobil baracuda disiapkan untuk mengantisipasi kericuhan jalanya unjuk rassa.
"Untuk pengamanan gabungan dari Brimo dari Sabara, dan dibantu TNI, kurang lebih 5 kompi. Kita siap mengawal aksi ini sehingga sampai tuntas diharapkan aman tertib kondusif," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
Terkini
-
Bocoran Vivo S2 5G Ungkap Baterai Raksasa 7.050mAh dan Durabilitas Ekstrem IP69
-
Sampai Ulang Sapaan, Prabowo Minta Jaksa Agung dan Kapolri Selalu Berdekatan: Baru Panglima TNI
-
Era Baru Penanganan Kanker: AI dan Teknologi Presisi Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien
-
Perambah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditangkap, Terancam 10 Tahun Penjara
-
KAI Sanggupi Bangun Trans Sumatera Railway dari Bakauheni ke Banda Aceh, Setelah Itu Kalimantan?
-
Optimistis Program Prabowo Berlanjut, PIRA Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Cakung
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
HNW Sebut Pramono Punya 'Jalur Tol' Puan Maharani untuk Cairkan DBH Jakarta
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
-
350 Ribu Guru TK Mengadu ke Dasco, Minta Diangkat Jadi PPPK