Suara.com - Seorang lelaki yang menyelubungi badannya dengan bendera Amerika Serikat melompati pagar Gedung Putih ketika Presiden Barack Obama berada di tengah-tengah keluarganya untuk merayakan Thanksgiving, Kamis (26/11/2015) waktu setempat. Peristiwa ini diungkapkan oleh sejumlah media di AS.
Dia dengan cepat dicegah oleh petugas Secret Service setelah menerobos sebuah berikade dan melompati pagar North Lawn yang baru saja dipasangi paku berukuran 7 inci (18 centimeter) untuk mempersulit lompatan, kata CNN.
Petugas Secret Service dengan senjata terhunus dan dilengkapi unit K-9, menurut dua fotografer CNN yang menyaksikan insiden tersebut.
Penyusup tersebut membawa sebuah amplop, mengenakan kaus berwarna biru, dan celana putih, serta menyelubungi badannya dengan bendera AS, kata mereka.
CNN mengatakan bahwa orang tersebut merupakan penyusup ketiga yang melompati pagar dan membuatnya memasuki properti Gedung Putih selama tahun ini.
Secret Service berada di bawah pengawasan ketat dan kepalanya mengundurkan diri setelah seorang veteran perang AS melompat pagar utara dan menuju mansion presiden dengan bersenjatakan pisau pada bulan September 2014.
Dia masuk melalui pintu depan Gedung Putih dan pergi melalui beberapa ruangan sebelum dilumpuhkan dan ditangkap.
Veteran perang Amerika Serikat, yang memanjat pagar Gedung Putih dan berhasil masuk ke istana presiden bersenjatakan pisau, Selasa, divonis 17 bulan penjara dan tiga tahun masa percobaan.
Penyusup bernama Omar Gonzalez yang memiliki masalah kejiwaan sejak terlibat pertempuran di Irak, mendapat potongan dengan masa tahanan sehingga hanya harus menjalani hukuman penjara delapan bulan lagi.
"Semoga beruntung," kata Hakim Rosemary Collyer saat ia memvonis Gonzalez dan berharap dia akan dapat memulai hidupnya kembali.
Gonzalez akan dapat meminta pemindahan ke California, tempat ayahnya tinggal. Hakim merekomendasikan bahwa Gonzalez yang berusia 43 tahun menjalani sisa masa tahanannya di sana dan mendapatkan perawatan lebih lanjut untuk masalah kesehatan mental.
Gonzalez meminta maaf di pengadilan dan mengatakan ia tidak pernah bermaksud untuk menyakiti siapa pun.
Pada 19 September 2014 sore, Gonzalez memanjat pagar utara dari kompleks Gedung Putih sambil membawa pisau saku.
Dia berlari 60 meter dan memasuki pintu depan Gedung Putih. Ia memasuki sejumlah ruangan sebelum diamankan dan ditangkap.
Presiden Barack Obama dan keluarganya baru saja meninggalkan rumah.
Ulah itu menyebabkan kontroversi terkait longgarnya keamanan. Gonzalez mengaku bersalah "secara tidak sah memasuki sebuah bangunan atau gedung yang dibatasi, sambil membawa senjata mematikan atau berbahaya" dan menyerang petugas pengamanan presiden.
Pengacaranya David Bos mengatakan kliennya adalah "seseorang yang berjuang untuk negaranya. Ada pertimbangan khusus yang harus dipertimbangkan" Jaksa Thomas Gillice mengatakan Gonzalez "memiliki satu tujuan: pergi ke Gedung Putih" dan ia juga memiliki koleksi senjata yang "menakjubkan".
Namun hakim ingin menunjukkan pemahaman terhadap veteran perang.
"Sejarah hidup Bapak Gonzalez menunjukkan bahwa ia memiliki kehidupan yang normal sampai saat terlibat perang," kata hakim, "Perang jelas berdampak pada stabilitas mentalnya." (Antara)
Berita Terkait
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara
-
Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan