Suara.com - Gempa tremor Gunung Bromo di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang, Jawa Timur, masih tak bisa diprediksi. Gempa di sana masih fluktuatif.
"Aktivitas gempa tremornya masih fluktuatif, kadang-kadang naik atau malah sebaliknya," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo M. Syafii di Probolinggo, Minggu (29/11/2015).
Data di PPGA Bromo, 28 November 2015 kemarin tercatat secara visual cuaca terang, angin tenang dengan suhu udara 12 derajat celcius. Bromo terlihat dengan jelas, mengeluarkan asap putih hingga kelabu tipis-sedang dengan arah angin condong ke barat-barat daya.
"Tekanannya lemah dan kawah masih mengeluarkan asap setinggi 50-150 meter. Secara seismik gempa tremor dengan amplitudo maksimumum 0,5-7 milimeter, namun dominan amplitudonya 5 milimeter," tuturnya.
Aktivitas gunung api yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl itu masih didominasi oleh gempa tremor. Sesekali mengeluarkan asap putih dengan ketinggian 50-150 meter.
"Statusnya masih Level II atau waspada. Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif karena dikhawatirkan gas beracun terhirup mereka," paparnya.
Pemantauan Gunung Bromo dilakukan secara visual dengan pemasangan kamera CCTV (Close Circuit Television) dan pemantauan secara instrumental yakni pemantauan kegempaan melalui satu stasiun seismik dengan rekaman analog dan digital, pemantauan deformasi dengan memasang satu stasiun tiltmeter.
Syafii mengimbau seluruh pihak mematuhi rekomendasi PVMBG terkait dengan jarak aman Gunung Bromo tersebut. Sementara itu, antusias wisatawan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang menjadi primadona di Jawa Timur tersebut tidak terpengaruh dengan aktivitas Gunung Bromo.
"Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo masih tetap stabil, meskipun aktivitas gunung api sempat menunjukkan peningkatan," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari.
Jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Gunung Bromo sekitar 2.000 orang setiap harinya dan pada hari libur bisa mencapai 5.000 orang per hari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi