Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kahar Muzakir dijaga ketat aparat kepolisian. Kahar pun dikawal oleh 11 aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan ruang rapat MKD.
Menurut pengamatan Suara.com, Kahar selalu didampingi 11 polisi. Mulai ketika keluar dari ruang rapat, hingga ketika ia meninggalkan gedung Nusantara II. Polisi pun masih berjaga-jaga di depan ruang MKD untuk menunggu Kahar.
Namun, berbeda dengan Wakil Ketua MKD lainnya yakni Junimart Girsang dan Sufmi Dasco Ahmad tak dijaga oleh petugas baik itu Pamdal (Pengamanan Dalam) dan aparat kepolisian. Hanya Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Surahman Hidayat, yang dikawal oleh tiga orang Pamdal (Pengamanan Dalam).
Saat akan keluar dari Gedung Nusantara II, Kahar pun langsung diserbu awak media. Lagi-lagi 11 aparat kepolisian terus menjaga Kahar, yang akan meninggalkan gedung. Awak media pun kesulitan untuk mewawancarai Kahar, karena mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Kahar yang akan keluar dengan menggunakan eskalator, langsung diberondong pertanyaan dari awak media. Awak media menanyakan, adanya inisiatif dirinya untuk menutup kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Setya Novanto yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Freeport.
"Nggak ada keterangan saya. Rapat tertutup. Kalau saya berikan keterangan, nanti saya bisa dipecat," kata Kahar sembari bergegas pergi.
Berita Terkait
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Jarang Hadir Rapat, Bambang Soesatyo Dilaporkan ke MKD DPR RI
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius