Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan penyaluran bantuan sosial di sejumlah daerah yang diindikasi bernuansa politik menjelang pemilihan kepala daerah akan diaudit.
"'Money politic' harus semakin hilang, isu-isu pilkada yang menggunakan dana hibah dan bansos ke depan harus dihilangkan (bersih, red.)," katanya saat meninjau penyelenggaraan pilkada di Semarang, Rabu (9/12/2015).
Ia menegaskan kewenangan pertama memang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit anggaran di sejumlah daerah yang ditengarai meningkat menjelang pilkada, yakni periode November 2015.
"Dalam audit anggaran akan dicek penggunaan bansos di sejumlah daerah yang ditengarai meningkat selama November 2015. Tepat sasaran atau tidak? Ada pemotongan atau tidak? Ada motif politik atau tidak?," katanya.
Setelah dilakukan evaluasi oleh BPK, kata dia, nantinya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian Dalam Negeri yang bergantian melakukan evaluasi atas penggunaan anggaran tersebut.
Kalau terindikasi memang ada kepentingan atau motif politik dalam penyaluran bansos di daerah, kata politikus PDI perjuangan itu, ke depan perlu dipertimbangkan model-model dana bansos dihilangkan.
Tjahjo mengakui kelompok-kelompok masyarakat di desa, seperti gabungan kelompok tani (gapoktan) memang memerlukan bantuan, tetapi akan disalurkan secara langsung.
Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap penggunntaraan anggaran untuk berbagai program dengan nomenklatur yang tidak jelas, termasuk manfaat dan penerimanya.
"Misalnya, ada program (nomenklaturnya, red.) hanya pemberdayaan nelayan Semarang. Ini kan tidak jelas. Harusnya jelas, nelayan dibantu kapal sekian, dibantu jaring sekian," katanya.
Maka dari itu, mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan itu menegaskan, penyusunan dan penggunaan anggaran pada 2016 harus konkret, tepat sasaran, dan manfaatnya juga jelas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian
-
Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan
-
Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG