Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan tidak akan menghadiri undangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam acara Festival Antikorupsi di Bandung. Sebelumnya, KPK mengundang Ahok pada acara Festival Antikorupsi yang digelar di Kota Bandung selama dua hari, 10-11 Desember 2015.
Event tersebut merupakan puncak acara dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Internasional.
Ahok tidak bisa menghadiri undangan KPK karena ada masalah yang yang harus diselesaikan. Salah satunya, kata Ahok, pihaknya masih mengurusi soal bertambahnya anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Suku Dinas Tata Air pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016.
"Ini ada masalah juga ternyata di Sudin Tata Air nambahin (anggaran dalam RAPBD) lagi duitnya. Saya dikasih tahu Pak Bestari (Anggota DPRD DKI Jakarta dari F-NasDem) semalam," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, dirinya akan menunjuk Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Mery Erna Hani untuk mewakili kehadiran Ahok di kota Bandung.
"Mungkin Inspektorat saja ke sana," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Ahok sempat kesal karena pimpinan KPK sempat membatalkan undangan untuk dirinya. Pembatalan itu, kata Ahok, dilakukan tanpa alasan yang jelas.
"Saya nggak tahu (alasannya), tiba-tiba mereka e-mail ke saya bilang acara yang untuk memperingati hari antikorupsi dunia dibatalin, oleh permintaan pimpinan KPK," kata Ahok, dua hari lalu.
Ahok mengaku tidak tahu undangan tersebut dibatalkan oleh pimpinan KPK yang mana. Dia mengklaim surat undangan yang diterima tidak resmi sebagaimana undangan pada umumnya.
"Ini juga nggak resmi suratnya, cuma di e-mail doang. Ya udahlah, batal diundang yaudahlah. Saya nggak tahu alasanya, kamu mesti tanya sama pimpinan KPK yang mana saya juga nggak tahu. Alasan apa pembatalan nggak jelas juga," katanya.
Ketika disinggung apakah pembatalan undangan kepada Ahok ada kaitannya dengan kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Ahok hanya menjawab kemungkinan tersebut bisa terjadi.
"Mungkin tuh soal Sumber Waras, mau kriminalisasi Ahok kali oknumnya (di KPK) gue nggak tahu. Mau kriminal Ahok malu dong, Ahok sudah tercatat," jelasnya.
Menurut Ahok Pelaksana Tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, orang yang sempat memberikan penghargaan kepadanya. Penghargaan itu diberikan pada tahun 2006, penghargaan tiga mitra award antikorupsi di tugu proklamasi waktu memperingati hari antikorupsi dunia ini tahun 2006 akhir.
"Makanya saya nggak tahu (kenapa undnaganya dibatalin), kamu tanya aja sama KPK kenapa kamu batalin (undangan) Ahok," jelasnya.
Berita Terkait
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Membaca Ulang Keberagaman di Indonesia dalam Buku Ahok Koboi Jakarta Baru
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar
-
Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua