Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman tidak bisa menebak soal putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden ihwal permintaan saham kepada PT Freeport yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto.
Irman hanya mengatakan bahwa hasil putusan terkait dugaan pelanggaran kode etik itu bisa mengejutkan publik. "Nanti tergantung putusannya apa, jangan-jangan surprise," kata Irman saat di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).
Selain itu, Irman meminta agar semua pihak bisa menghormati proses persidangan di MKD dan tidak terlebih dahulu menilai persidangan tersebut cenderung tertutup.
"Kita harus hargai proses itu dan menunggu hasilnya, ini internal mekanisme lembaga," katanya
Bergulirnya sidang pelanggaran etik di MKD berawal dari laporan rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Riza Chalid yang diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada Senin, 16 November 2015 lalu kepada MKD.
MKD juga telah memanggil Sudirman Said dan tiga aktor dalam rekaman tersebut. Namun, baru Sudirman Said, Maroef Sjamsoeddin, dan Setya Novanto yang hadir memenuhi panggilan MKD. Pengusaha Riza Chalid belum hadir karena mengaku masih berada di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total