Suara.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan TNI akan fokus mengawasi pulau-pulau terluar dan terdepan Indonesia pada tahun 2016.
"Yang menjadi prioritas pulau-pulau terluar, terdepan daerah perbatasan ini harus kita tuntaskan. Semua tempat harus ada listrik, tempatnya tertata, komunikasi terintegrasi. Apapun yang kejadian di perbatasan bisa kita pantau dari sini. KSAL bisa lihat dari tempatnya, KSAD juga sama," kata Panglima TNI usai menutup rapat pimpinan (Rapim) TNI 2016 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat malam.
Meski pulau terluar mendapatkan prioritas, Gatot mengakui TNI tidak akan melakukan penambahan pasukan.
"Hanya aktivitas dan rentang kendali yang dipermudah," ujarnya seperti dikutip Antara.
Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kata dia, penjagaan di perbatasan akan dilakukan dengan ketat, dimana Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Thailand dan Filipina.
"Tahun 2016 harus tuntas komunikasi dan kendali saling terintegrasi. Daerah perbatasan juga gak begitu berpengaruh pada MEA. Perbatasan kita lakukan patroli bersama. Koordinasi semua. Patok-patok juga jadi gak bergeser," kata Gatot.
Di daerah perbatasan juga tak perlu ada penambahan pasukan, namun sistem operasinya yang ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu, Gatot mengaku TNI juga mengamati perkembangan yang terjadi di tingkat regional dan internasional, termasuk ancaman terorisme ISIS.
Rapim TNI merupakan kegiatan yang biasanya dilaksanakan di akhir tahun anggaran dengan tujuan memberikan informasi tentang kondisi yang menonjol berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas TNI pada tahun 2015.
Rapim juga mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun anggaran 2015 dan rencana tahun anggaran 2016 serta menyampaikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI tahun 2016.
Rapim tahun 2016 ini diikuti 182 unsur Pimpinan di jajaran TNI dan menghadirkan penceramah dari tujuh Kementerian (Menkopolhukam, Bappenas, Menkeu, Mentan, Menlu, Mendagri, Menteri Agraria), Polri, BIN, BNPT, BNN dan OJK.
"Kiranya berbagai kebijakan strategis kementerian dan lembaga negara tersebut dapat disinergikan atau dikolaborasikan dengan kebijakan strategis TNI dalam mendorong perwujudan keberhasilan pembangunan nasional," kata Panglima TNI.
Memasuki bulan Januari 2016, tambah dia, dihadapkan dengan tuntutan dan tantangan tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis, tidak lagi dapat dijalankan dengan mekanisme yang lambat, namun efektifitas pencapaian hasil harus dikedepankan. (Antara)
Berita Terkait
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Panglima TNI Respons Pengibaran Bendera GAM: Jangan Ganggu Pemulihan Bencana
-
Panglima TNI Rotasi 187 Perwira Tinggi, Mayoritas dari Angkatan Darat
-
Gatot Nurmantyo: Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Luar, tapi Pembusukan dari Dalam
-
Evaluasi Bantuan Dilempar dari Heli, Panglima TNI Ubah Strategi Pakai Box CDS dan Payung Udara
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta