Suara.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Bali tengah menginvestigasi pelanggaran prosedur diduga dilakukan oknum petugas Lapas Kerobokan yang mengakibatkan lolosnya senjata tajam, termasuk adanya indikasi tekanan yang dialami petugas setempat.
"Kami akan dalami lebih lanjut berarti ada standar operasional prosedur yang tidak dilalui," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Bali Sulistiono ditemui usai melakukan penyisiran bersama aparat kepolisian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Sabtu.
Pihaknya akan tetap melakukan investigasi secara formal meskipun peristiwa serupa bukan yang pertama kali terjadi di lapas terbesar di Bali itu, termasuk memeriksa pimpinan lapas setempat terkait dengan prosedur keamanan yang menyebabkan lolosnya senjata api, senjata tajam, hingga narkoba dan telepon seluler ke dalam lapas.
"Kami akan investigasi juga menanyakan juga ke Kalapas, kenapa SOP (standar prosedur operasional) tidak jalan. Mestinya ada 'pressure' (tekanan), kalau ada 'pressure' itu apa? Kami akan dengarkan secara langsung," ucapnya.
Kanwil Hukum dan HAM Bali, kata dia, juga berencana menambah perkuatan dari aparat kepolisian di luar lapas untuk melakukan penjagaan apabila dari hasil investigasi ditemukan adanya unsur tekanan dari pihak tertentu.
"Justru kalau nanti betul itu (adanya tekanan) yang kami temukan dari investigasi, ini tidak lain kami minta bantuan aparat keamanan," ucapnya.
Pascabentrokan antarnarapidana di dalam lapas yang menewaskan dua orang itu, polisi dan aparat gabungan lainnya menemukan ratusan senjata tajam, lima pucuk senjata api dan 90 peluru, 200 gram sabu-sabu, tanaman ganja, dan telepon seluler.
Bukti yang sangat kontras dengan kenyataan di lapangan itu membuat masyarakat bertanya dan menantikan penyelidikan dari pihak kepolisian, baik untuk mengusut peristiwa bentrokan yang berujung pembunuhan hingga lolosnya barang-barang haram itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Pantau Dulu, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.635.000 per Gram
-
Kaca Mobil Buram Bikin Bahaya? Kenali Penyebab Jamur dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
-
Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo
-
Review Serial I'm Not Afraid: Drama Misteri Meksiko yang Sangat Emosional
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Prabowo Beri Peringatan Keras ke Perwira Baru: Makanmu Dari Rakyat!
-
Nonton Bioskop Berdua Tidak Boros! BRI Bagi-Bagi Promo Beli 1 Dapat 2 di Cinepolis