Suara.com - Puluhan orang yang yang tergabung dalam Gerakan Penyelamat Demokrasi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian RI untuk menuntut pembebasan Yulianus Paonganan alias Ongen dibebaskan. Yulianus merupakan tersangka kasus penyebaran konten pornografi melalui akun Twitter @ypaonganan.
Dalam aksi, para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan "Bebaskan Ongen dan Save Demokrasi."
"Inilah bentuk nyata arogansi penguasa yang anti kritik dan otoriter," kata salah satu demonstran, Rohmattullah.
Pada Kamis (17/12/2015), Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap Yulianus di kediamannya di Jalan Rambutan Kavling A/D RT 5/6, Pejaten, Jakarta Selatan. Konten yang dianggap bermasalah, antara lain, mengunggah foto artis seksi Nikita Mirzani tengah duduk bareng Presiden Joko Widodo. Lalu, dia juga menulis tagar bernuansa mesum, seperti #papamintapaha dan #papadoyanlonte, di akun Twitter.
Rohmatullah mengatakan aksi ini bukan cuma sebagai dukungan untuk Yulianus, tetapi merupakan panggilan moral.
"Ini perlawanan terhadap rezim yang menginjak injak hak konstitusional rakyat, dengan menjaga marwah kehormatan Presiden," kata Rohmatullah.
Mereka menilai kasus Yulianus menunjukkan polisi tidak pro demokrasi.
"Save demokrasi kita dan jangan jadikan Polri sebagai institusi pembunuh demokrasi. Bebaskan segera Ongen dari tuduhan dan jeratan pasal-pasal karet yang acapkali dijadikan instrumen untuk mengkriminalisasi kebebasan masyarakat," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi