- Pemkot Jakarta Barat menyegel bangunan MMT Padel di Kembangan Selatan pada Senin (2/3/2026) karena dokumen izin belum tuntas.
- Wali Kota memimpin penertiban ini, menegaskan operasional dihentikan total hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terbit.
- Manajemen MMT Padel mengklaim kendala teknis revisi dokumen menyebabkan proses perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tersendat.
Suara.com - Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Barat mengambil tindakan tegas dengan menyegel bangunan olahraga MMT Padel di Kawasan Sentra Primer Barat, Kembangan Selatan, pada Senin (2/3/2026).
Penyegelan tersebut dilakukan melalui pemasangan spanduk penghentian tetap serta garis kuning Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP atau Citata) di seluruh area bangunan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memimpin langsung jalannya penertiban yang didampingi oleh jajaran pejabat di lingkungan pemkot.
Iin menegaskan bahwa tindakan ini diambil karena pemilik bangunan belum menuntaskan pengurusan dokumen perizinan hingga batas waktu yang ditentukan.
"Dalam proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), terdapat persyaratan yang belum dipenuhi dan belum diurus hingga hari ini. Sehingga bangunan ini kami segel," tuturnya, mengutip laman resmi Pemkot Jakarta Barat.
Spanduk penyegelan dipasang secara mencolok di pintu masuk utama sebagai maklumat resmi bagi publik bahwa bangunan tersebut dilarang beroperasi.
Sementara itu, pemasangan garis kuning di bagian dalam bertujuan untuk memastikan tidak ada pelanggaran batas area maupun aktivitas di dalam gedung.
"Kami juga sudah menyampaikan langsung kepada manajemen MMT Padel bahwa mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun. Tadi kami sudah mengecek ke bagian atas dan memastikan tidak boleh ada kegiatan. Di sana terlihat area padel sudah terpasang CKTRP line, begitu juga dengan area kafe dan kelengkapannya. Oleh karena itu, kami meminta agar semua aktivitas di dalam bangunan ini dihentikan," jelas Iin.
Kepala Suku Dinas CKTRP Jakarta Barat, Lucia Purbarini Soepardi pun ikut menegaskan bahwa operasional gedung olahraga tersebut harus mandek total hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terbit.
Baca Juga: Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
"Kegiatan operasional tidak diperkenankan sebelum adanya sertifikat laik fungsi (SLF). Untuk berdirinya bangunan sendiri, harus memiliki PBG. Tapi untuk operasionalnya, tentu harus memiliki SLF terlebih dahulu. Bila semua dokumen lengkap, bangunan boleh beroperasi," jelasnya.
Di sisi lain, General Manager MMT Padel, Doris memberikan klarifikasi bahwa pihaknya sebenarnya telah menginisiasi pengurusan izin sejak setahun lalu.
Doris berdalih bahwa terdapat kendala teknis terkait revisi dokumen, yang membuat proses perizinan menjadi tersendat di tengah jalan.
"Sejak tahun 2025, tepatnya pada Juni tahun 2025," ujarnya.
Pihak manajemen mengklaim saat ini hanya perlu menyelesaikan revisi gambar teknis untuk bisa melaju ke tahap pembayaran retribusi gedung kepada negara.
"Sebenarnya prosesnya sudah sampai pada tahap itu," klaim sang perwakilan manajemen.
Saat ini, Suku Dinas CKTRP atau Citata Jakarta Barat sendiri tengah melakukan pemetaan terhadap seratusan bangunan yang terindikasi bermasalah.
"Dari 132 bangunan yang ada, banyak yang sudah berizin. Namun sebagian belum berizin karena beberapa hal. Kami akan terus melakukan penertiban sesuai prosedur, termasuk bangunan padel yang berada di lingkungan RT atau RW," pungkas Iin.
Berita Terkait
-
Lapangan Padel 'Bodong' Menjamur di Jakarta, Satpol PP Siap Bertindak
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel
-
Pengamat: Sudah Seharusnya Pemprov DKI Tak Beri Izin Lapangan Padel di Pemukiman Sempit
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya