Suara.com - Angin puting beliung menghantam empat desa di Sulawesi Selatan. Angin menyapu puluhan rumah di dua kecamatan, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan sejak tiga hari terakhir selama musim penghujan.
"Berdasarkan data serta laporan yang masuk sudah ada 47 rumah rusak akibat angin puting beliung sejak tiga hari terakhir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Safei Yasin, Jumat (25/12/2015).
Angin sangat kencang disertai hujan deras atau disebut puting beliung sore tadi menyapu lima rumah di Desa Attasalo, Kecamatan Marang. Ini mengakibatkan atap rumah dan dinding rumah korban berhamburan.
"Saat ini tim masih melakukan pendataan termasuk menginventarisasi kerusakan yang ditimbulkan, kejadian tadi ada lima rumah rusak. Untuk bantuan kemanusiaan akan segera disalurkan," katanya.
Kamis (24/12/2015) sekitar pukul 15.15 WITA angin puting beliung juga menghantam tiga desa di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pengkep. Akibat dari musibah itu sebanyak 42 rumah rusak berat dan ringan.
Tiga desa tersebut yakni Desa Tamarupa, sebanyak 38 rumah rusak ringan, kemudian Desa Coppotompong tiga rumah dan Desa Mandalle satu rumah. Rusak berat sebanyak 17 rumah, rusak ringan 23 rumah dan dua rumah rata dengan tanah, korban jiwa nihil.
"Kerugian materil diperkirakan mencapai miliaran rupiah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," tambah Safei.
Kapolres Pangkep Ajun Komisaris Besar Muhammad Hidayat mengatakan jajarannya telah diterjunkan untuk membantu korban dengan berkordinasi bersama TNI. Selain berjaga-jaga, aparat ikut serta membatu membersihkan puing-puing pasca musibah tersebut.
"Anggota diarahkan ke lokasi untuk membantu korban sekaligus melakukan penjagaan jangan sampai ada penjarahan barang-barang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," katanya.
Pascabencana angin puting beliung di Kecamatan Mandalle pada Kamis malam, aliran listrik putus di beberapa titik. Sehingga aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan lokasi bencana. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
-
Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran
-
Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Solusi Keamanan atau Jalan Menuju Main Hakim Sendiri?
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Kemarau Susutkan Waduk Delingan, Dasar Waduk Berubah Jadi Lahan Retak
-
Momen Turunnya Harga Emas, Kesempatan Borong Investasi Jangka Panjang
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II