Suara.com - Sudah cukup banyak diberitakan bagasi pemakai jasa penerbangan dibobol, entah oleh siapa. Mulai saat ini, pengamanan dan keamanan bagasi-bagasi itu diperketat oleh PT. Angkasa Pura II di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Bagasi pemakai jasa penerbangan juga hal yang diatur khusus dalam UU Nomor 1/2009 Tentang Penerbangan.
Senior General Manager PT. Angkasa Pura II (Persero), Zulfahmi, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (4/1/2016), mengatakan salah satu cara adalah memasang CCTV di banyak titik terus-menerus sepanjang hari.
"Kami berupaya agar bisa membantu maskapai dalam penanganan pembobolan bagasi," katanya.
Zulfahmi juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak penanganan darat (ground handling) untuk samakan visi dalam meningkatkan pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Pembobol bagasi pemakai jasa penerbangan ditangkap pada November 2015 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dia bekerja untuk satu perusahaan penerbangan terkenal di Tanah Air, dan ditangkap karena ada bukti rekamannya di CCTV. Dia langsung digelandang polisi.
Kementerian Perhubungan sebelumnya juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 127/2015 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo, mengatakan tujuan pengetatan keamanan untuk meningkatkan kualitas layanan jasa penerbangan.
Pengamanan yang diperketat, salah satunya pemakai jasa penerbangan alias penumpang harus melepaskan seluruh benda-benda yang mengandung logam ketika akan melewati gerbang sinar X, di bandara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan