Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak terima seorang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ronny Setiawan dipecat karena dianggap kritis dengan kebijakan kampus. Dia pun menyebar surat terbuka.
Surat terbuka itu dia sebar ke milis-milis terbatas, termasuk ke suara.com, Rabu (6/1/2016). Fahri juga menggalang dukungan lewat akun Twitternya @Fahrihamzah dengan menggunakan tagar #SaveRonny.
Ronny Setiawan adalah mahasiswa Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNJ yang dipaksa mundur sebagai mahasiswa. Dia di-drop out (DO) karena mengkritik kebijakan kampusnya.
Ronny yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UNJ itu di-DO atasnama Rektor UNJ melalui surat keputusan rektor bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dibacakan oleh Dekan Fakultas MIPA. Dia diberhentikan atas tuduhan tindak kejahatan berbasis teknologi dan aktivitas penghasutan.
Ronny tidak terima dengan sikap rektornya. Menurutnya alasan pemberhentiannya subjektif dan sulit di pertanggungjawabkan. Pemberhentian Ronny itu dilatarbelakangi oleh kasus penggusuran Kampus Fakultas MIPA. Demo itu dikoordinatori Ronny sendiri sebagai pimpinan BEM UNJ.
Berikut isi lengkap surat terbuka Fahri Hamzah yang ditujukan langsung ke Rektor UNJ, Djaali:
Kepada:
Rektor UNJ yang terhormat,
Anda harus bangga punya mahasiswa yang kritis, karena itu pertanda nurani bangsa kita masih hidup. Mungkin Pak Rektor tidak pernah jadi aktivis sehingga nurani tidak pernah diasah krisis. Atau Pak rektor tidak pernah keluar dari dalam laboratorium atau perpustakaan kepada dunia nyata yang dinamis.
Menyesallah Pak rektor karena Anda tidak pernah menjadi demonstran seperti mahasiswa yang Anda pecat. Menyesallah Pak rektor karena Anda bercokol lebih sebagai pejabat daripada penjaga kebebasan akademis.
Tahukah Anda arti kebebasan akademik wahai Pak rektor? Dunia akademik yang Anda pimpin harus dibebaskan dari tekanan apapun selain ilmu pengetahuan. Sehingga dalam kampus, tempat kebebasan berpikir kita semai, tidak boleh ada simbol kekuasaan. Dan kalau Rektor telah berubah menjadi simbol kekuasaan maka Rektor pun layak ditumbangkan!
Tapi Pak Rektor yang terhormat,
Pagi ini, seperti pagi di setiap musim hujan ketika Jakarta dan sebagian kota terancam banjir, Anda telah membantu para aktivis mahasiswa bersemi bersama bunga, pertanda awal musim kita.
Terima kasih Pak Rektor, Anda mengingatkan mereka ketika politik atau kekuasaan telah bersenyawa dengan para Ilmuan. Ketika kebenaran telah dirampas dari ilmu pengetahuan. Dan ketika semua menjadi kelam, karena kebenaran tenggelam bersama dominasi kekuasaan.
Mungkin ini pertanda yang berulang dalam setiap perubahan besar. Bahwa kebenaran mesti diperjuangkan oleh keberanian! Dan ketika semua telah menjadi mapan, kita hanya punya satu pilihan yaitu hidup bersama dengan orang-orang yang dalam hatinya penuh keberanian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777