Suara.com - Selasa (12/1/2016) kemarin, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa rumah teman Wayan Mirna Salihin, yang juga saksi kasus ini bernama Jessica.
Polisi menggeledah rumah Jessica karena ingin mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap misteri kematian Mirna yang meninggal dunia setelah minum es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.
Menurut polisi, Jessica merupakan saksi penting dalam kasus Mirna. Jessica yang datang paling awal, memesan es kopi Vietnam dan langsung membayarnya satu jam sebelum Mirna dan Hani datang. Jessica juga yang menemani sampai akhir hayat temannya tersebut.
"Fakta pemesannya (es kopi Vietnam) Jessica," kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.
"Ada beberapa yang diambil dilakukan penyitaan," katanya.
Lalu sebenarnya siapa Jessica ini? Sebelumnya sempat beredar informasi Jessica Ngadimin. Namun, melalui media sosial, yang bersangkutan membantah mengenal Mirna. Penelusuran suara.com yang diperoleh dari berbagai sumber, Jessica bernama lengkap Jessica Wongso. Dia lulusan diploma di Billy Blue College of Design Australia tahun 2007. Setelah itu dia menyelesaikan sarjananya di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia tahun 2008. Dia mengambil jurusan Multimedia Design.
Setelah lulus, Jessica berkarier di Australia. Tepatnya di Sydney. Dia pernah bekerja sebagai multimedia designer antara Desember 2008 sampai Maret 2010. Lalu menjadi studio manager antara Maret 2010 sampai Maret 2012 di Tandem Grup. Dia juga pernah bekerja di LaCorium Health International sebagai desain grafis antara Maret 2012 sampai Juli 2014.
Saat ini Jessica Wongso tercatat bekerja di NSW Ambulance sebagai desain grafis sejak Juli 2014.
Jessica Wongso juga menuliskan seabreg tugasnya. Yang utama, Jessica bertanggungjawab mengelola dan mengkoordinasikan bentuk desain tata letak dan kualitas produksi di NSW Ambulance untuk produk cetak, online, multimedia, promosi, sponsor, dan periklanan.
Pendidikan Jessica Wongso sama dengan Mirna. Mirna juga lulusan Swinburne University of Technology, namun berbeda jurusan. Mirna jurusan Visual Communication. Sementara diploma Mirna juga diselesaikan di Billy Blue College of Design dengan jurusan Design and Visual Communications.
Mirna bekerja sebagai Art Director di Misca Design sejak Januari 2009. Di media sosial, Mirna juga menuliskan sebagai pemilik Monette Gifts and Favors sejak Februari 2012.
BACA JUGA:
Kecerdasan Anak Ini Melebihi Stephen Hawking dan Albert Einstein
Sejumlah Warga Bantul 'Menghilang', Diduga Terkait Gafatar
Unggah Obrolan dengan Pipik, Mulan Jameela Disemprot "Haters"
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!