Suara.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengadakan rapat internal untuk pembahasan agenda MKD pada masa sidang kali ini, Rabu (13/1/2016).
Anggota MKD Sukiman mengatakan, agenda kali ini membahas sejumlah agenda pelaporan yang masuk ke MKD.
Selain itu, membahas agenda MKD yang belum tuntas. Salah satunya adalah soal perumusan sanksi soal kasus 'Papa Minta Saham' dengan terlapor Setya Novanto.
"Kita baru pertama kali masuk, jadi kita lihat tindak lanjut keputusan dan sebagainya, termasuk putusan MKD kemarin (Setya Novanto)," kata Sukiman di DPR, Rabu (13/1/2016).
Katanya, dalam sidang etika Setya Novanto ini belum mendapatkan kesimpulan utuh. Meskipun, 10 orang anggota MKD memutuskan Setya melakukan pelanggaran sedang, dan 7 orang anggota MKD lainya memutuskan Setya melakukan pelanggaran berat.
Namun demikian, dia mengatakan, proses penanganan etik sudah selesai. Tinggal kesimpulan keputusan saja yang belum.
"Kemarin sudah ada skor itu. Persoalannya, waktu itu terjadi pengunduran diri (Setya Novanto) setelah kesimpulan ada. Karena supaya ada kesimpulannya. Harusnya diselesaikan," kata Politisi PAN ini.
Selain itu, agenda MKD hari ini adalah pelantikan Wakil Ketua MKD yang baru. Sebab, Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir bergeser menjadi Ketua Badan Anggaran. Namun, Sukiman tidak memberitahukan pengganti Kahar.
"Hari ini kita menghadiri pelantikan dan penggantian pak Kahar," kata Sukiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi