Suara.com - Keberadaan dokter Randall Cafferty dari klinik Chiropractic First, Pondok Indal Mall 1, Jakarta Selatan, masih simpang siur. Ada yang menyebut dia sudah di Amerika Serikat, ada lagi yang bilang sebenarnya masih di Indonesia.
"Sekarang kami sedang mencari pengelolanya, dimana mereka berada. Kami juga sudah minta imigrasi mencekal mereka (dokter dan pengelola) supaya tidak kembali (ke Amerika Serikat atau negara lain)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2016).
Ini terkait kasus dugaan malpraktik yang mengakibatkan Allya Siska Nadya meninggal dunia.
Polisi juga meminta bantuan imigrasi menelisik apakah Randall dan pengelola klinik masih berada di Indonesia atau sudah di luar negeri.
Polisi juga sudah berkoordinasi dengan FBI untuk melacak keberadaan Randall.
"Kalau sudah ke luar ya nggak apa-apa, ini sedang dicek, ditelusuri oleh Imigrasi keberadaan mereka," ujarnya.
"Dia (Randall) sedang dicari, statusnya kan masih saksi. Jadi dilakukan panggilan dulu. Nanti panggilan pertama, panggilan kedua, kemudian panggilan ketiga (tidak datang) baru perintah membawa (jemput paksa)," katanya.
Selasa (12/1/2016), Krishna sudah bertemu Kementerian Kesehatan, kejaksaan, ahli forensik, orangtua Allya, petugas kecamatan, dan Dinas Kesehatan Jakarta guna mengkonstruksi kasus kematian Allya.
Penyidik merujuk Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan yang diduga dilanggar klinik terapi tersebut.
"Konstruksinya kami kembangkan bukan hanya kepada dokter yang menangani tapi juga kepada pengelola chiropractic dan klinik kesehatan ilegal lainnya," kata Krishna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025