Suara.com - Nama Jamaluddin (65) kini sohor. Foto suami dari Heni Caheni (45) yang tetap asyik ngipasi sate saat terjadi ledakan bom bunuh diri dan baku tembak di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), tersebar luas di media sosial, bahkan media mainstream.
Bahkan, foto Jamal jadi semacam simbol sikap warga Indonesia tidak takut dengan ancaman teroris. Di foto yang tersebar dicantumkan tanda #KamiTidakTakut.
Kemarin, Jamal mengaku sama sekali tidak tahu kalau ada orang yang memotret aktivitasnya. Lalu, mengunggah foto ke media sosial, dan menjadi terkenal.
Setelah jadi perbincangan positif di media sosial, banyak orang penasaran untuk melihat Jamal.
"Kemarin banyak juga yang datang, terus ke sini, langsung manggil-manggil saya, sambil senyum-senyum," ujar Jamal.
Sejak peristiwa Thamrin dan fotonya tersebar luas di media, dagangan Jamal sangat laris.
BACA JUGA:
Isi Blog Bahrum Naim Memuji Serangan Bom Paris
"Kemarin itu dagangan kita habis, kita bawa 250 tusuk. Kalau saya jujur, kemarin itu bawa uang Rp700 ribu kotor, yang dipegang Rp250 ribu," kata Heni menambahkan.
Hari ini, pasangan suami istri itu menambah porsi sate menjadi 300 tusuk. Agar warga tidak kecele saat mau membeli sate, seperti kemarin karena cepat habis.
Untuk diketahui, mereka menjual sate ayam atau sate kambing, dengan saus kacang atau saus kecap sebagai bumbunya. Sate ayam seporsi dibandrol Rp25ribu dan sate kambing dibanderol Rp35ribu.
Jamal juga bercerita tentang satenya. Menurut dia tidak ada yang spesial.
Baginya, yang terpenting dari sate adalah dagingnya masih fresh. Bahan yang fresh membuat rasanya lebih enak.
Proses pemanggangan sate, katanya, juga mesti pakai cara tradisional alias kipas tangan. Soalnya kalau pakai kipas listrik bakarannya tidak merata.
Jamal dan istrinya tinggal di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tag
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Tepis Rumor Jurnalis Israel, Qatar Tegaskan Tak Ikut Serang Iran: Kami Hanya Membela Diri
-
Polri Pastikan Isu 30 Kilogram Sabu Meleleh Akibat Cuaca Panas Adalah Hoaks
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?